Akses Jalan Utama Terputus Akibat Banjir Besar di Aceh Singkil, Ini Perkembangannya

Banjir besar kembali melanda Kabupaten Aceh Singkil setelah hujan deras tanpa henti mengguyur wilayah itu sejak beberapa hari terakhir. Luapan Sungai Lae Cinendang dan Sungai Lae Soraya membuat pemukiman terendam dan jalur antar kecamatan putus. Hingga Selasa (25/11), sebanyak 647 KK atau 2.591 jiwa tercatat terdampak. Kejadian ini memicu perhatian publik karena akses jalan utama yang menjadi penghubung antar daerah terganggu, sehingga menyebabkan isolasi sejumlah desa.

Banjir besar merendam jalan utama di Aceh Singkil

Bacaan Lainnya

Kronologi Lengkap

Banjir di Aceh Singkil dimulai dari hujan deras yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Luapan sungai-sungai lokal seperti Lae Cinendang dan Lae Soraya menyebabkan genangan air yang sangat tinggi. Di Kecamatan Kuta Baharu, genangan hingga 80 cm di Jembatan Tinanggam membuat kendaraan tidak bisa melintas. Jalur ke Desa Lentong dan Srikayu/Pea Jambu pun ikut terblokir.

Di Kecamatan Suro, jalan nasional Aceh Singkil–Subulussalam di Desa Bulusema terendam, sehingga kendaraan harus berhenti total. Di Kecamatan Danau Paris, banjir setinggi 70 cm di Desa Situban Makmur membuat warga mengandalkan perahu untuk berpindah tempat.

Sementara itu, di Kecamatan Gunung Meriah, akses antar kecamatan yang sempat terputus kini dalam proses perbaikan, meski sejumlah desa masih terisolasi sebagian. Kecamatan Singkil menjadi wilayah terdampak paling luas dengan banjir setinggi 50–70 cm yang merendam 16 desa, termasuk Rantau Gedang, Teluk Rumbia, dan Kilangan Dusun 3.

Warga Aceh Singkil menggunakan perahu untuk menghadapi banjir

Mengapa Menjadi Viral?

Kejadian banjir besar di Aceh Singkil viral di media sosial karena dampaknya yang signifikan terhadap masyarakat. Banyak warga membagikan foto dan video kondisi jalan yang terputus serta warga yang mengandalkan perahu untuk berpindah. Video-video tersebut menyebar cepat di platform seperti Instagram dan TikTok, menarik perhatian netizen dan organisasi bantuan.

Selain itu, adanya informasi bahwa BPBD Aceh Singkil sedang melakukan penanganan darurat juga turut memperkuat keviralan isu ini. Masyarakat mulai khawatir akan kelangkaan logistik dan kesulitan dalam mobilitas sehari-hari.

Petugas BPBD Aceh Singkil melakukan evakuasi warga

Respons & Dampak

BPBD Aceh Singkil telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke seluruh titik banjir. Mereka melakukan pemantauan, pembersihan jalur, asesmen kebutuhan darurat, dan pengamanan evakuasi. Namun, cuaca yang masih memburuk dengan hujan ringan hingga sedang membuat risiko banjir susulan belum sepenuhnya mereda.

Dampak sosial dan ekonomi cukup besar. Beberapa fasilitas umum seperti masjid, sekolah, poskesdes, dan TPA tergenang. Warga terpaksa mengungsi sementara waktu, dan akses transportasi terganggu. Hal ini berdampak pada aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Banjir menggenangi sekolah di Aceh Singkil

Fakta Tambahan / Klarifikasi

Hingga kini, BPBD bersama aparat kecamatan dan desa terus melakukan penanganan darurat sambil menunggu cuaca membaik. Di Kecamatan Singkil Utara, banjir di Desa Kampung Baru mulai surut dan 11 KK yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah. Namun, BPBD tetap mengingatkan masyarakat agar waspada karena curah hujan yang hampir tiap hari turun bisa membuat air kembali naik.

Tim SAR, TNI, dan Polri serta relawan terus melakukan evakuasi warga. Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga memimpin rombongan membawa bantuan logistik untuk masyarakat korban banjir.

Penutup – Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya

Banjir besar di Aceh Singkil menyebabkan akses jalan utama terputus, mengancam kehidupan warga dan mengganggu aktivitas harian. BPBD dan pihak terkait terus berupaya menangani situasi darurat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Apa yang ditunggu publik berikutnya adalah stabilisasi cuaca dan pemulihan akses jalan yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *