Banjir Aceh Utara Rendam 616 Hektare Sawah, Perkantoran hingga Tempat Ibadah

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara beberapa waktu terakhir menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat setempat. Dampak banjir tidak hanya terasa pada wilayah pemukiman, tetapi juga mengancam lahan pertanian, infrastruktur pemerintahan, serta tempat-tempat ibadah. Sebanyak 616 hektare sawah, perkantoran, dan tempat ibadah terendam banjir, menurut laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara.

Banjir Aceh Utara merendam areal persawahan

Bacaan Lainnya

Kronologi Lengkap

Peristiwa banjir di Aceh Utara bermula dari curah hujan tinggi yang terjadi sejak akhir November 2025. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 80 sentimeter, dengan beberapa titik mencapai satu meter. Wilayah yang terdampak meliputi 13 kecamatan, termasuk Lhoksukon dan Tanah Luas. Menurut data BPBD Aceh Utara, sebanyak 12.826 kepala keluarga atau 44.244 jiwa terkena dampak banjir. Dari jumlah tersebut, 1.173 KK atau 4.048 jiwa harus mengungsi ke 18 titik pengungsian.

Banjir juga menyebabkan jebolnya beberapa tanggul, seperti di Gampong Paya Berandang, Lhok Meurbo, dan Tanjung Awe. Akibatnya, jalan raya terputus dan ribuan hektare sawah serta tambak terendam. Selain itu, banjir juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, karena akses transportasi dan usaha pertanian terganggu.

Banjir Aceh Utara merendam perpustakaan dan kantor desa

Mengapa Menjadi Viral?

Banjir Aceh Utara menjadi viral di media sosial karena berbagai faktor. Pertama, video-video yang menunjukkan kondisi banjir yang parah, termasuk warga yang mengungsi dan rumah-rumah yang terendam, tersebar cepat di platform seperti TikTok dan Instagram. Kedua, adanya informasi bahwa banjir ini menyebabkan kerugian besar, baik secara ekonomi maupun sosial. Ketiga, komentar-komentar publik yang meminta pemerintah lebih proaktif dalam penanggulangan bencana juga turut mempercepat penyebaran isu ini.

Selain itu, beberapa tokoh masyarakat dan politisi Aceh memberikan komentar terkait kejadian ini, sehingga memicu diskusi yang lebih luas di kalangan masyarakat. Hal ini menjadikan banjir Aceh Utara sebagai topik yang sangat dibicarakan di media digital.

Warga Aceh Utara membersihkan sisa banjir di area perkantoran

Respons & Dampak

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari, mulai dari 23 November 2025. Pemkab juga menyiagakan tim gabungan lintas instansi untuk melakukan evakuasi, distribusi logistik, dan pemantauan kondisi banjir. Selain itu, beberapa titik pengungsian telah disiapkan untuk masyarakat yang terdampak.

Dampak banjir tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga psikologis. Banyak warga yang mengalami stres dan ketakutan akibat situasi yang tidak terduga. Selain itu, kerugian ekonomi juga signifikan, terutama bagi para petani yang sawahnya terendam. Sektor pendidikan juga terganggu, dengan beberapa sekolah diliburkan dan ujian ditunda.

Banjir Aceh Utara merendam masjid dan gereja

Fakta Tambahan / Klarifikasi

Menurut data BPBA, banjir Aceh Utara bukanlah kejadian pertama yang melanda wilayah ini. Tahun 2023 saja, Aceh mengalami 418 bencana, termasuk banjir, yang menyebabkan kerugian hingga Rp 430 miliar. Namun, banjir tahun ini tergolong parah karena meluasnya wilayah yang terkena dampak dan intensitas hujan yang tinggi.

Sebelumnya, banjir juga melanda beberapa daerah lain di Aceh, seperti Aceh Timur dan Kota Lhokseumawe. Meski demikian, situasi di Aceh Utara masih menjadi fokus utama karena jumlah korban dan kerugian yang cukup besar.

Penutup — Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya

Banjir Aceh Utara yang merendam 616 hektare sawah, perkantoran, dan tempat ibadah menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah. Dampaknya tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga ekonomi dan psikologis. Masyarakat kini menantikan langkah-langkah lebih efektif dari pemerintah untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Apa yang akan dilakukan oleh pihak terkait selanjutnya, menjadi hal yang sangat dinantikan oleh publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *