BI Sumut Gelar Operasi Pasar dan Diskon Pangan untuk Kendalikan Inflasi November

Badan Pangan Nasional (NFA) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui berbagai strategi, termasuk operasi pasar dan diskon pangan. Di Sumatera Utara (Sumut), langkah-langkah ini menjadi fokus utama dalam menurunkan tingkat inflasi yang sempat mencapai 5,32% pada September 2025 menjadi 4,97% di bulan Oktober. Penurunan ini mendorong kegembiraan di kalangan masyarakat dan pemerintah daerah, yang kini lebih waspada terhadap fluktuasi harga komoditas pangan.

Kronologi Lengkap

Bacaan Lainnya

Pada awal tahun 2025, inflasi di Sumut mengalami peningkatan akibat kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang merah, dan beras. Hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan pasokan yang tidak stabil. Namun, dengan perencanaan yang matang, Pemprov Sumut bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan instansi terkait mulai melakukan intervensi sejak Agustus 2025.

Salah satu aksi utama adalah pelaksanaan operasi pasar murah yang dilakukan secara rutin di berbagai wilayah. Dalam waktu tiga bulan, operasi pasar telah dilakukan sebanyak 11 kali, dengan fokus pada produk pangan strategis seperti beras, minyak goreng, dan cabai. Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi langsung kepada pedagang untuk menjaga harga tetap terjangkau.

Diskon pangan di operasi pasar Sumut

Mengapa Menjadi Viral?

Langkah operasi pasar dan diskon pangan di Sumut viral karena efektivitasnya dalam menekan inflasi. Masyarakat menyambut baik inisiatif ini, terutama setelah sebelumnya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok. Video-video tentang operasi pasar yang digelar di Pasar Induk Medan dan daerah lainnya viral di media sosial, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap harga yang lebih murah.

Selain itu, kerja sama lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan provinsi lain seperti Jember, turut meningkatkan kredibilitas program ini. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti juga mencatat penurunan indeks perkembangan harga (IPH) di beberapa kabupaten di Sumut, seperti Batubara dan Tapanuli Tengah, sebagai bukti keberhasilan program tersebut.

Masyarakat antre di operasi pasar Sumut

Respons & Dampak

Respons dari masyarakat sangat positif. Banyak warga mengungkapkan rasa terima kasih atas harga pangan yang lebih terjangkau. Tokoh masyarakat dan pengusaha lokal juga mendukung langkah pemerintah, dengan menyebut bahwa operasi pasar membantu mengurangi beban ekonomi keluarga.

Di sisi lain, pemerintah daerah menilai bahwa inisiatif ini tidak hanya berhasil menekan inflasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Wakil Gubernur Sumut Surya menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program ini.

Wakil Gubernur Sumut dalam rapat pengendalian inflasi

Fakta Tambahan / Klarifikasi

Menurut data NFA, realisasi penyaluran bantuan pangan beras di Sumut mencapai 34,90 juta kg atau 38,84% dari target 89,86 juta kg. Selain itu, bantuan pangan juga terealisasi sebanyak 16,65 juta kg. Program ini diperkuat oleh kerja sama dengan Perum Bulog dan BUMD daerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan bahwa inflasi nasional pada Oktober 2025 mencapai 2,86%, dengan Sumut menjadi salah satu provinsi dengan inflasi tertinggi, yaitu 4,97%. Namun, penurunan ini tetap menjadi indikator positif bagi kebijakan pengendalian inflasi yang diambil oleh pemerintah daerah.

Data inflasi Sumut 2025

Penutup – Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya

Operasi pasar dan diskon pangan di Sumut berhasil menurunkan inflasi dari 5,32% menjadi 4,97% pada Oktober 2025. Ini menjadi bukti bahwa strategi pengendalian inflasi yang terarah dapat memberikan dampak nyata. Publik kini menantikan pengembangan program ini di masa depan, termasuk penguatan koordinasi antar daerah dan pemantauan harga secara berkala.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *