BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Provinsi Sumatra Utara berhasil mengevakuasi seekor harimau Sumatera yang terjebak di perkebunan warga di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Kejadian ini memicu perhatian publik karena menggambarkan konflik antara satwa liar dan masyarakat, serta proses evakuasi yang dilakukan dengan metode khusus.
Kronologi kejadian dimulai ketika warga setempat melaporkan adanya harimau Sumatera yang terjebak di area perkebunan. Petugas BKSDA segera turun tangan untuk menangani situasi tersebut. Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan strategi khusus, termasuk penggunaan umpan anjing untuk menarik harimau masuk ke dalam kandang jebak. Meskipun tindakan ini berhasil, namun menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak, terutama aktivis lingkungan.
Mengapa kasus ini menjadi viral? Banyak netizen mengkritik penggunaan anjing sebagai umpan, menilai tindakan itu tidak etis dan berpotensi membahayakan kesehatan harimau. Video proses evakuasi juga tersebar luas di media sosial, memicu diskusi tentang cara penanganan satwa liar yang benar dan manusiawi. Selain itu, kekhawatiran akan kesejahteraan hewan juga menjadi fokus utama dalam perdebatan ini.
Respons dari berbagai pihak bervariasi. Masyarakat setempat merasa lega karena harimau telah dievakuasi, sementara aktivis lingkungan menuntut transparansi dan akuntabilitas dari BKSDA. Pihak BKSDA sendiri menyampaikan permintaan maaf atas penggunaan anjing sebagai umpan, menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan demi keamanan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.
Fakta tambahan menunjukkan bahwa harimau tersebut saat ini berada di pusat rehabilitasi primata yang memiliki fasilitas medis lengkap. Namun, kritik tetap muncul mengenai kondisi kandang jebak yang digunakan selama beberapa hari. Beberapa ahli mengingatkan bahwa harimau liar membutuhkan ruang gerak yang cukup besar, bukan hanya kandang sempit.
Penutup, kasus evakuasi harimau Sumatera di Langkat menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam penanganan satwa liar. Publik kini menantikan langkah selanjutnya dari BKSDA, terutama mengenai rencana pelepasliaran harimau ke habitat alaminya.
![]()





















