BPBD Jambi Ingatkan Warga Waspada Fenomena La Nina Hingga Awal 2026

JAMBI, JAMBIKORAN.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi kembali memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang diakibatkan oleh fenomena La Nina. Peringatan ini dikeluarkan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa La Nina akan berlangsung hingga awal 2026.

Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menjelaskan bahwa meskipun status siaga hidrometeorologi belum dinaikkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi ancaman banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Bacaan Lainnya

“Pemprov Jambi belum menaikkan status siaga hidrometeorologi, tapi kami sudah melakukan kesiapsiagaan,” ujar Bachyuni Deliansyah, Senin (17/11). Ia menambahkan bahwa apel bersama seluruh jajaran serta koordinasi langsung dengan Gubernur Jambi telah dilakukan sebagai bentuk persiapan.

BPBD Jambi memantau kondisi sungai di Jambi

Kronologi Lengkap

Peringatan BPBD Jambi datang setelah BMKG mengeluarkan peringatan resmi tentang kemungkinan kejadian La Nina pada akhir 2025 hingga awal 2026. Fenomena iklim ini diketahui dapat meningkatkan curah hujan, sehingga berpotensi menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Jambi.

Bachyuni menjelaskan bahwa saat ini, tinggi muka air sungai-sungai besar di Jambi masih dalam ambang normal, yaitu sekitar 8 meter. Namun, jika curah hujan meningkat dan tinggi muka air melebihi 13 meter, maka status siaga akan dinaikkan.

Selain itu, BPBD juga telah melakukan pemetaan daerah rawan longsor, terutama di Kerinci hingga Sungai Penuh, yang diprediksi rentan terkena dampak cuaca ekstrem ketika curah hujan mencapai 300–400 mm.

BPBD Jambi memetakan daerah rawan longsor

Mengapa Menjadi Viral?

Isu La Nina menjadi viral karena prediksi BMKG yang menyatakan bahwa fenomena ini akan berlangsung hingga awal 2026. Masyarakat mulai khawatir akan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk risiko banjir dan longsor yang bisa mengancam keselamatan dan infrastruktur.

Selain itu, peringatan BPBD Jambi yang disampaikan melalui berbagai media dan komunikasi publik turut memperkuat kekhawatiran masyarakat. Dengan adanya informasi resmi dari lembaga penanggulangan bencana, publik merasa lebih waspada dan siap mengambil tindakan antisipatif.

BPBD Jambi memberi imbauan kepada masyarakat

Respons & Dampak

Respons masyarakat terhadap peringatan BPBD Jambi cukup positif. Banyak warga yang mulai memperhatikan kondisi cuaca dan mempersiapkan diri dengan memperkuat bangunan, memastikan saluran air lancar, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai meningkatkan kesiapsiagaan. Gubernur Jambi telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh bupati dan wali kota agar memperkuat langkah antisipasi. Selain itu, BPBD Jambi juga mendirikan pos kesiapsiagaan di beberapa titik strategis.

BPBD Jambi mendirikan pos kesiapsiagaan

Fakta Tambahan / Klarifikasi

Meski La Nina belum sepenuhnya terjadi, BPBD Jambi tetap memantau perkembangan cuaca secara berkala. Bachyuni menyatakan bahwa kondisi cuaca bulan November masih stabil, namun masyarakat diminta waspada pada puncak musim hujan, yang diperkirakan terjadi pada Desember.

“Kalau saya lihat, tahun ini normal lah. Mungkin yang harus diwaspadai itu bulan Desember. Bulan ini kayaknya masih aman,” ujarnya.

Penutup – Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya

BPBD Jambi terus memantau situasi cuaca dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi La Nina hingga awal 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Apa yang ditunggu publik berikutnya adalah perkembangan cuaca dan tindakan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *