Detik-Detik Lima Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti PT ABS: Konflik Agraria Memanas
Pada Senin (24/11/2025), lima petani asal Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oknum keamanan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Peristiwa ini memicu kericuhan dan menimbulkan berbagai respons dari masyarakat dan pihak berwenang.
Konflik antara karyawan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) dan Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di area blok E6 kebun PT ABS. Awalnya, karyawan perusahaan melakukan pembukaan jalan menggunakan buldozer. Saat waktu makan siang, 40 anggota FMPR mendatangi mereka dan meminta untuk menghentikan kegiatan tersebut. Mereka juga meminta dibuatkan surat pernyataan, tetapi permintaan itu gagal karena tidak ada alat tulis di lapangan.
Dalam situasi tegang tersebut, seorang karyawan PT ABS yang diinisialkan RK melakukan penembakan terhadap warga. Akibatnya, satu karyawan perusahaan, AH (39), mengalami luka tusuk di dagu dan lima luka tusuk di punggung, sementara lima petani lainnya mengalami luka tembak. Mereka adalah BS (74), EH (49), LSM (41), ES (61), dan SHD (60).
Kronologi Lengkap
Peristiwa bermula saat karyawan PT ABS melakukan pembukaan jalan menggunakan buldozer. Ketika waktu makan siang, 40 petani dari FMPR mendatangi mereka. Mereka meminta karyawan PT ABS untuk menghentikan kegiatan pembuatan jalan dan mematikan mesin alat berat. Mereka juga meminta dibuatkan surat pernyataan, namun hal itu gagal karena tidak ada alat tulis di lapangan.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Andy Pramudya Wardana, dalam situasi tersebut, seorang karyawan PT ABS yang diinisialkan RK melakukan penembakan terhadap warga. Akibatnya, satu karyawan perusahaan, AH (39), mengalami luka tusuk di dagu dan lima luka tusuk di punggung, dan kini dirawat di RS Hasanuddin Damrah, Bengkulu Selatan.
Sementara itu, lima petani yang menjadi korban penembakan, yaitu BS (74) yang terkena tembakan di perut, serta EH (49), LSM (41), ES (61), dan SHD (60), mengalami luka tembak lainnya. Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan satu senjata api jenis revolver dan lima selongsong peluru. Barang bukti berupa pisau dan parang masih dalam pencarian.
[IMAGE: Detik-Detik Lima Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti PT ABS Konflik Agraria Memanas]
Mengapa Menjadi Viral?
Peristiwa penembakan lima petani oleh sekuriti PT ABS menjadi viral karena melibatkan konflik agraria yang sering kali menjadi isu sensitif di daerah. Video dan foto kejadian tersebar luas di media sosial, memicu emosi masyarakat dan menuntut transparansi dari pihak berwenang. Respons publik sangat cepat, dengan banyak netizen menyampaikan dukungan kepada para korban dan mengecam tindakan yang dianggap tidak proporsional.
Selain itu, adanya klaim bahwa korban adalah petani yang sedang mempertahankan lahan mereka menambah dimensi politik dan sosial dari kasus ini. Isu hak tanah dan pengelolaan sumber daya alam sering kali menjadi titik panas dalam konflik antara masyarakat dan perusahaan.
[IMAGE: Detik-Detik Lima Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti PT ABS Konflik Agraria Memanas]
Respons & Dampak
Tidak hanya masyarakat, pihak berwenang juga merespons kasus ini secara cepat. Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, mengecam aksi penembakan tersebut dan mengutus staf khusus untuk turun langsung ke lokasi kejadian. Ia meminta pemerintah daerah dan Forkominda Bengkulu Selatan segera mengambil tindakan yang diperlukan.
Dari segi dampak, kasus ini memicu ketegangan antara masyarakat dan perusahaan. Beberapa organisasi masyarakat juga menyerukan investigasi yang lebih mendalam untuk memastikan keadilan bagi para korban. Di sisi lain, kasus ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan hukum dan hak-hak dasar petani.
[IMAGE: Detik-Detik Lima Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti PT ABS Konflik Agraria Memanas]
Fakta Tambahan / Klarifikasi
Menurut informasi terbaru, penyidik dari Polres Bengkulu Selatan masih mendalami kasus penembakan tersebut. Pihak kepolisian telah mengamankan satu senjata api jenis revolver dan lima selongsong peluru. Barang bukti berupa pisau dan parang masih dalam pencarian.
Sementara itu, pihak perusahaan belum memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden ini. Namun, beberapa tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan telah menyatakan dukungan kepada para korban dan menuntut transparansi dari pihak perusahaan.
[IMAGE: Detik-Detik Lima Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti PT ABS Konflik Agraria Memanas]
Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya
Peristiwa penembakan lima petani oleh sekuriti PT ABS menjadi perhatian besar dari masyarakat dan pihak berwenang. Kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya konflik agraria yang sering kali berujung pada kekerasan. Publik menantikan investigasi yang transparan dan tindakan hukum yang sesuai dengan hukum yang berlaku.


















