Benteng Marlborough, salah satu ikon wisata sejarah di Kota Bengkulu, kini menjadi perhatian utama Dinas Pariwisata setempat. Berdasarkan data terbaru, jumlah kunjungan wisatawan selama masa libur Lebaran 2024 mencapai 7.000 orang. Namun, target yang ditetapkan oleh pihak dinas jauh lebih besar: 500 ribu pengunjung dalam waktu satu tahun.
Dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan, Dinas Pariwisata Bengkulu telah merancang berbagai strategi promosi dan pengembangan destinasi. Salah satunya adalah memperkuat daya tarik Benteng Marlborough sebagai objek wisata sejarah yang tidak hanya menawarkan edukasi, tetapi juga pengalaman unik bagi para pengunjung.
Kronologi Lengkap
Benteng Marlborough dibangun pada tahun 1714 hingga 1719 oleh pihak Inggris sebagai benteng pertahanan dari serangan luar. Nama benteng ini berasal dari John Churchill, Duke of Marlborough, yang merupakan pendirinya. Sejak saat itu, bangunan ini menjadi pusat sejarah dan budaya di Bengkulu.
Selama beberapa dekade, Benteng Marlborough mengalami perluasan dan penambahan struktur seperti bastion, parit pertahanan, serta ruangan penjara. Hingga kini, bangunan ini masih kokoh dan menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi.
Pada masa libur Lebaran 2024, jumlah pengunjung mencapai 7.000 orang, berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jakarta, dan lainnya. Angka ini menunjukkan potensi besar yang bisa dimaksimalkan.
Mengapa Menjadi Viral?
Benteng Marlborough mulai viral karena keunikan dan pesona sejarahnya. Selain sebagai situs warisan kolonial, benteng ini juga memiliki kisah mistis yang membuatnya semakin menarik. Konon, ada kisah tentang Helen, seorang perempuan Inggris yang jatuh cinta dengan pria lokal dan akhirnya meninggal dalam ruang bawah tanah benteng.
Selain itu, kehadiran Pondok Sandal Jodoh di sebelah benteng turut menambah daya tarik wisatawan. Tempat ini menjadi spot foto populer, terutama bagi kalangan muda. Faktor-faktor tersebut menjadikan Benteng Marlborough sebagai destinasi yang layak dipertimbangkan.
Respons & Dampak
Dinas Pariwisata Bengkulu merespons antusiasme masyarakat dengan berbagai inisiatif. Mereka menyelenggarakan kegiatan edukasi dan promosi melalui media sosial. Selain itu, pihak dinas juga bekerja sama dengan pelaku wisata lokal untuk meningkatkan fasilitas dan pengalaman pengunjung.
Dampak positif dari peningkatan kunjungan wisatawan sangat signifikan. Ekonomi lokal, khususnya di sekitar benteng, mulai berkembang. Banyak usaha kecil seperti warung makan dan toko suvenir yang semakin ramai. Selain itu, kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan sejarah juga meningkat.
Fakta Tambahan / Klarifikasi
Harga tiket masuk ke Benteng Marlborough tergolong murah, yaitu Rp3.000 per orang. Biaya parkir kendaraan juga terjangkau, mulai dari Rp5.000 untuk sepeda motor hingga Rp10.000 untuk mobil. Jam operasional benteng buka dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB setiap hari.
Selain itu, lokasi benteng yang berada di pusat kota membuat akses mudah bagi wisatawan. Dengan fasilitas lengkap seperti toilet, mushola, dan area parkir, pengunjung dapat merasa nyaman selama berada di sana.
Penutup — Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya
Dinas Pariwisata Bengkulu berkomitmen untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Benteng Marlborough hingga 500 ribu orang dalam setahun. Dengan berbagai strategi promosi dan pengembangan, target ini diharapkan bisa tercapai. Apa yang ditunggu publik berikutnya adalah bagaimana pihak dinas dan pengelola akan terus memperkuat daya tarik benteng ini sebagai destinasi wisata sejarah yang unik dan menarik.
