KPK kembali mengambil langkah tegas dalam menangani dugaan korupsi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati nonaktif Sugiri Sancoko dan sejumlah pejabat, lembaga antirasuah kini menggeledah kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora). Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan terkait proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP), yang sempat menjadi program unggulan daerah.
Kronologi Lengkap
Penggeledahan oleh KPK berlangsung pada Rabu, 12 November 2025, di kantor Disbudparpora Ponorogo. Tim penyidik tiba sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan tiga mobil Toyota Innova hitam. Mereka langsung menuju ruangan Bidang Kebudayaan, yang diketahui menangani proyek MRMP. Proyek ini dirancang sebagai ikon budaya dan museum yang menampilkan perjalanan sejarah dan peradaban Ponorogo, khususnya terkait kesenian Reog Ponorogo.
Menurut sumber internal, penggeledahan fokus pada dokumen-dokumen terkait proyek tersebut. Tim KPK juga memeriksa mobil dinas kepala Disbudparpora yang terparkir di halaman kantor. Penggeledahan berlangsung selama lebih dari lima jam, dengan tim membawa tiga koper besar berisi dokumen penting. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai hasil penggeledahan tersebut.
Mengapa Menjadi Viral?
Kasus ini viral karena melibatkan institusi pemerintahan setempat dan proyek yang memiliki nilai budaya serta ekonomi tinggi. Monumen Reog Ponorogo, yang berdiri di perbukitan batu kapur Gunung Gamping, telah menjadi salah satu ikon daerah. Proyek ini juga sempat mendapat dukungan dari masyarakat luas, termasuk dalam upaya melestarikan budaya lokal.
Selain itu, kejadian OTT terhadap Bupati Sugiri Sancoko dan penggeledahan kantor Disbudparpora menciptakan spekulasi tentang adanya praktik korupsi di balik pembangunan monumen. Publik mulai mempertanyakan transparansi penggunaan dana proyek yang dianggap ambisius dan mahal.
Respons & Dampak
Respons masyarakat terhadap kasus ini sangat beragam. Beberapa warga menyambut baik tindakan KPK, sementara yang lain khawatir akan dampak ekonomi dan sosial jika proyek tersebut terganggu. Tokoh masyarakat dan aktivis budaya juga mengkritik kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana publik.
Di sisi lain, pihak pemerintah setempat masih bungkam. Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edhi, tidak memberikan komentar resmi meskipun penggeledahan telah berlangsung. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan adanya dugaan kesalahan dalam pengelolaan proyek.
Fakta Tambahan / Klarifikasi
Saat ini, KPK masih dalam proses penyelidikan dan belum memberikan informasi lengkap mengenai temuan mereka. Namun, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa OTT sering menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan korupsi di sektor-sektor lain. Ia juga menekankan pentingnya laporan masyarakat dalam membantu penyelidikan.
Sebelumnya, KPK juga pernah menggeledah rumah Indah Pertiwi, teman dekat mantan Direktur RSUD Ponorogo yang terjerat kasus korupsi. Ini menunjukkan bahwa lembaga antirasuah sedang giat melakukan pemeriksaan terhadap berbagai instansi di daerah.
Penutup
Kasus dugaan korupsi Monumen Reog Ponorogo semakin memanas dengan penggeledahan kantor Disbudparpora oleh KPK. Publik kini menantikan klarifikasi resmi dari lembaga antirasuah dan pihak berwenang. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana dampaknya terhadap proyek dan masyarakat Ponorogo? Kita tunggu jawabannya.
