IMAGE: 4 Polisi Nunukan Terlibat Jaringan Narkoba Perbatasan Kapolres Minta Maaf

4 Polisi Nunukan Terlibat Jaringan Narkoba Perbatasan, Kapolres Minta Maaf

Kasus dugaan keterlibatan anggota polisi dalam jaringan narkoba di wilayah perbatasan Nunukan, Kalimantan Utara, kembali menghebohkan publik. Empat personel polisi dikabarkan terlibat dalam penyelundupan narkoba lintas negara, yang menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan besar dari masyarakat. Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas SIK, akhirnya memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas insiden ini.

Bacaan Lainnya

Kronologi Lengkap

Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan seorang pria berinisial A pada Rabu, 23 Juli 2025, di pinggir Jalan Makam Pahlawan. Dari tangan A, polisi menyita sekitar 10,19 gram sabu yang terbagi dalam empat bungkus plastik transparan. Selain barang bukti tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah alat yang digunakan dalam operasi penyelundupan, seperti helm, uang tunai, dan kendaraan bermotor.

Dari pengakuan A, petugas mengetahui bahwa sabu tersebut berasal dari seorang perempuan bernama S. Dalam waktu singkat, tim Sat Resnarkoba Polres Nunukan langsung menangkap S di Jalan Sungai Bilal, Kelurahan Nunukan Barat. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 30,29 gram sabu yang disimpan rapi dalam tujuh bungkus plastik transparan di dalam sebuah tas genggam hijau tua merek OURSIST.

S mengaku mendapatkan sabu dari seorang pria bernama Y di Tawau, Sabah, Malaysia. Kasus ini membuka kemungkinan adanya jaringan narkoba lintas batas yang sangat terstruktur. Meski belum ada konfirmasi resmi, kejadian ini memicu kecurigaan bahwa beberapa anggota polisi mungkin terlibat dalam jaringan tersebut.

Mengapa Menjadi Viral?

Kasus ini menjadi viral karena melibatkan aparat hukum yang seharusnya menjaga keamanan masyarakat. Penyebaran informasi melalui media sosial dan berita lokal membuat isu ini cepat menyebar. Netizen mulai mempertanyakan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, serta memperkuat spekulasi bahwa jaringan narkoba di perbatasan masih aktif.

Selain itu, keterlibatan polisi dalam kasus ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan di perbatasan masih rentan terhadap manipulasi. Hal ini memicu diskusi tentang perlunya reformasi lebih lanjut dalam pengawasan dan koordinasi antar lembaga untuk memastikan keamanan wilayah perbatasan.

Respons & Dampak

Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas SIK, secara resmi meminta maaf atas insiden ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui tingkat keterlibatan para polisi tersebut. “Kami akan bertindak tegas jika ada indikasi pelanggaran kode etik,” ujar Kapolres dalam pernyataannya.

Reaksi masyarakat pun beragam. Sebagian besar menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan yang dianggap tidak profesional, sementara sebagian lainnya menuntut transparansi dan keadilan dalam proses hukum. Tokoh masyarakat dan aktivis anti-narkoba juga turut mengkritik, meminta agar kepolisian meningkatkan pengawasan dan pengendalian internal.

Fakta Tambahan / Klarifikasi

Menurut laporan terbaru, empat anggota polisi telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba melalui jalur perbatasan. Investigasi sedang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak berwenang setempat.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kasus ini tidak terlepas dari jaringan narkoba lintas negara yang sudah lama aktif di wilayah perbatasan. Kepala BNN Kabupaten Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pengawasan di jalur laut dan pelabuhan kecil yang sering dimanfaatkan oleh sindikat narkoba.

Penutup — Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya

Insiden 4 polisi Nunukan terlibat jaringan narkoba menjadi peringatan keras bagi aparat kepolisian dan instansi terkait. Publik menantikan tindakan tegas dan transparan dari pihak berwenang untuk menegakkan keadilan dan memulihkan kepercayaan masyarakat. Apa yang ditunggu publik selanjutnya adalah hasil investigasi lengkap dan langkah-langkah preventif yang akan diambil untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.








Pos terkait