Video Harimau Sumatera Terekam Kamera Jebak di Hutan Jambi, BKSDA Bertindak Cepat
Sebuah video yang menampilkan harimau Sumatera terjebak dalam perangkap jerat di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Bungo Pandan, Desa Suo-Suo, Kabupaten Tebo, Jambi, viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan kondisi kritis harimau yang terluka dan memicu respons cepat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi.
Kasus ini terjadi setelah petugas BKSDA menemukan seekor harimau Sumatera berusia sekitar 5-6 tahun yang terjebak dalam perangkap jerat. Kakinya mengalami luka parah akibat jerat yang terpasang selama 3-4 hari. Kondisi tersebut menyebabkan infeksi dan ancaman amputasi. Tim medis BKSDA langsung melakukan penanganan darurat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kronologi Lengkap
Peristiwa ini bermula saat petugas BKSDA Jambi mendapat laporan tentang keberadaan harimau Sumatera yang terjebak di kawasan HTR Bungo Pandan, Desa Suo-Suo, Kabupaten Tebo. Setelah dicek, ditemukan bahwa harimau jantan itu sedang dalam kondisi lemas dan mengalami luka serius pada kakinya. Perangkap jerat yang mengenai kaki bagian depan sebelah kiri telah menembus tulang dan menyebabkan aliran darah terhenti.
“Ketika kita bawa buat dirawat, kondisi tubuhnya juga dalam keadaan demam tinggi,” ujar Kepala BKSDA Wilayah Jambi Agung Nugroho. Harimau tersebut kemudian dibawa ke Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSDA Jambi untuk pemeriksaan dan pengobatan intensif.
Mengapa Menjadi Viral?
Video yang menunjukkan harimau Sumatera terjebak dalam perangkap jerat menjadi viral karena menyoroti isu penting tentang perlindungan satwa liar. Masyarakat secara luas merespons dengan empati dan kekhawatiran terhadap kondisi satwa langka tersebut. Video ini juga memicu diskusi tentang upaya pencegahan perburuan ilegal dan perlindungan habitat harimau Sumatera.
Selain itu, respons cepat dari BKSDA dan Gubernur Jambi Al Haris turut memperkuat narasi kepedulian terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati. Gubernur menyatakan akan segera mengecek informasi tersebut dan berharap harimau bisa segera pulih serta dilepaskan kembali ke habitatnya.
Respons & Dampak
Tindakan BKSDA Jambi diapresiasi oleh berbagai kalangan, termasuk aktivis lingkungan dan masyarakat setempat. Mereka menilai respons instansi tersebut cepat dan proaktif dalam menangani kasus ini. Selain itu, video viral tersebut juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan hutan dan menghindari perangkap ilegal yang membahayakan satwa liar.
Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa keberadaan harimau Sumatera di Jambi masih cukup banyak, meskipun jumlahnya mulai berkurang. Ia meminta masyarakat untuk menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu satwa-satwa dilindungi.
Fakta Tambahan / Klarifikasi
Menurut data BKSDA, harimau Sumatera merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang. Populasinya di Jambi masih tercatat, namun rentan terhadap ancaman seperti perburuan dan kerusakan habitat. Kasus kali ini menunjukkan betapa pentingnya penggunaan teknologi seperti camera trap untuk memantau keberadaan satwa liar.
Agung Nugroho menambahkan bahwa tim dokter BKSDA sedang berupaya agar kondisi harimau tersebut bisa diperbaiki. “Kita berusaha agar harimau tetap bisa bertahan dan keluar dari zona kritis meskipun kemungkinan untuk kembali normal akan sulit,” katanya.
Penutup – Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya
Video harimau Sumatera terjebak jerat di Hutan Jambi menjadi perhatian publik dan memicu respons cepat dari BKSDA. Kasus ini menegaskan pentingnya perlindungan satwa langka dan keberlanjutan ekosistem hutan. Masyarakat kini menantikan perkembangan terbaru tentang kondisi harimau tersebut dan apakah ia akan berhasil pulih dan dilepaskan kembali ke alam liar.

















