Kapal Angkut BBM Tiba di Bengkulu, Stok Pertalite dan Pertamax Aman untuk Warga

Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu dalam kondisi aman setelah kapal pengangkut yang membawa 2.000 kiloliter Pertalite dan 1.000 kiloliter Pertamax tiba di Pelabuhan Pulau Baai. Kedatangan kapal ini menjadi respons cepat terhadap isu kelangkaan BBM yang sempat mengkhawatirkan masyarakat sebelumnya.

Kepala Sales Area Manager Retail Bengkulu, Mochammad Farid Akbar, menjelaskan bahwa kapal tersebut tiba pada Minggu pagi, 9 November, dengan jumlah stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa seluruh SPBU di Bengkulu kini memiliki stok yang mencukupi, sehingga antrean pengisian BBM dapat segera terurai.

Bacaan Lainnya

Antrean kendaraan di SPBU Bengkulu

Kronologi Lengkap

Masalah kelangkaan BBM di Bengkulu mulai muncul pada akhir Oktober 2025, ketika distribusi BBM terganggu akibat kendala teknis di beberapa terminal penyalur. Hal ini menyebabkan antrean panjang di berbagai SPBU dan membuat masyarakat khawatir akan kehabisan BBM.

Pada 3 November lalu, pihak Pertamina melaporkan adanya gangguan pada sistem distribusi, yang menyebabkan penyaluran BBM ke Bengkulu tertunda. Namun, setelah dilakukan perbaikan, Terminal BBM di Lubuk Linggau (Sumsel) dan Kabung (Sumbar) telah kembali beroperasi normal.

Menyusul hal tersebut, Pertamina segera mengatur suplai BBM melalui kapal tanker yang membawa 2.000 KL Pertalite dan 1.000 KL Pertamax. Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Pulau Baai pada Minggu pagi, 9 November, dan langsung diangkut ke Fuel Terminal untuk didistribusikan ke seluruh SPBU di Bengkulu.

Kapal tanker BBM bersandar di pelabuhan Bengkulu

Mengapa Menjadi Viral?

Isu kelangkaan BBM di Bengkulu viral karena menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan bahan bakar. Beberapa warga mengunggah video antrean panjang di SPBU dan komentar tentang kesulitan mendapatkan BBM, yang kemudian menyebar di media sosial. Kejadian ini memicu diskusi publik tentang kesiapan pemerintah dan Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi.

Selain itu, pernyataan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang menyoroti terulangnya masalah kelangkaan BBM juga menjadi sorotan. Ia menilai pentingnya transparansi dan komunikasi dari pihak Pertamina agar masyarakat tidak panik saat ada kendala.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memberikan pernyataan

Respons & Dampak

Pertamina merespons isu ini dengan segera melakukan langkah mitigasi, termasuk mengirimkan kapal pengangkut BBM ke Bengkulu. Pihak perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menekankan perlunya koordinasi lebih baik antara Pertamina dan pemerintah daerah dalam menghadapi masalah distribusi BBM. Ia juga meminta Pertamina untuk memberikan informasi secara dini jika ada kendala, bukan hanya setelah situasi memburuk.

Di sisi lain, masyarakat mulai merasa tenang setelah melihat kapal pengangkut BBM tiba dan stok BBM di SPBU kembali stabil. Banyak warga mengungkapkan rasa lega bahwa kebutuhan mereka terpenuhi tanpa harus khawatir kehabisan BBM.

Petugas Pertamina memantau stok BBM di SPBU

Fakta Tambahan / Klarifikasi

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan bahwa stok BBM di SPBU Bengkulu aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihak perusahaan juga terus melakukan monitoring dan pemantauan di lapangan guna memastikan distribusi berjalan lancar.

Selain itu, Pertamina telah meningkatkan jumlah petugas marshall di SPBU untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna BBM. Semua SPBU tetap beroperasi sesuai jam layanan yang berlaku, dan masyarakat diimbau untuk membeli BBM hanya sesuai kebutuhan.

Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya

Kedatangan kapal pengangkut BBM ke Bengkulu berhasil mengamankan pasokan Pertalite dan Pertamax bagi masyarakat. Meski ada kendala sebelumnya, Pertamina dan pemerintah daerah bekerja sama untuk mengatasi masalah ini.

Publik kini menantikan apakah langkah-langkah ini akan berkelanjutan, serta bagaimana pertamina akan meningkatkan transparansi dan komunikasi untuk menghindari kepanikan di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *