Sebuah video yang menunjukkan para pelajar SMKN 3 Bengkulu Tengah berjalan kaki melewati jalan berlumpur menuju sekolah telah viral di media sosial. Video tersebut memicu perhatian publik dan menjadi topik hangat di kalangan masyarakat, terutama karena menggambarkan tantangan nyata yang dihadapi siswa di daerah tersebut.
Video yang diunggah pada Rabu (14/5/2025), menampilkan empat siswi SMKN 3 Bengkulu Tengah, termasuk Sakinah, yang menyampaikan sindiran kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Mereka menyebutkan bahwa mereka patuh pada anjuran gubernur untuk berjalan kaki ke sekolah, meski kondisi jalan sangat sulit. Video ini mendapat ribuan like dan ratusan komentar yang menyoroti kesulitan akses pendidikan di wilayah tersebut.
Kronologi Lengkap
Peristiwa ini bermula dari kebijakan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang melarang siswa menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah jika belum memiliki SIM. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan siswa dan mencegah kecelakaan lalu lintas.
Namun, di beberapa daerah seperti Bengkulu Tengah, jalan menuju sekolah tidak memadai. SMKN 3 Bengkulu Tengah terletak di Desa Talang Tengah, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah. Sekolah ini hanya memiliki 89 murid, dengan jumlah siswa yang semakin menurun setiap tahunnya.
Dalam video yang viral, Sakinah menyampaikan pesan kepada Gubernur Helmi Hasan, mengeluhkan kondisi jalan yang becek dan berlumpur. Ia menyebutkan bahwa jarak antara rumah siswa dan sekolah cukup jauh, sehingga sulit untuk berjalan kaki tanpa kendaraan.
Mengapa Menjadi Viral?
Video ini menjadi viral karena menggambarkan realitas yang sering diabaikan oleh pihak berwenang. Banyak netizen menyampaikan dukungan terhadap siswa yang mengeluhkan kondisi jalan yang tidak layak. Beberapa komentar menilai bahwa kebijakan gubernur tidak mempertimbangkan kondisi geografis dan infrastruktur daerah.
Selain itu, video ini juga menjadi sorotan karena menunjukkan ketidakseimbangan antara kebijakan pusat dan kondisi lapangan. Banyak warga mengkritik kurangnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur pendidikan di daerah pedesaan.
Respons & Dampak
Setelah video viral, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memberikan respons melalui akun TikTok pribadinya dengan menyampaikan “InsyaAllah di TL (Tindak Lanjuti)”. Hal ini menunjukkan bahwa pihak pemerintah akan segera menindaklanjuti keluhan siswa tersebut.
Sementara itu, akun resmi SMKN 3 Bengkulu Tengah menyampaikan bahwa tim Dinas PUPR Provinsi Bengkulu telah melakukan pengukuran badan jalan di lokasi. Ini menandai awal dari upaya penanganan infrastruktur jalan yang rusak.
Di sisi lain, kebijakan Gubernur Helmi Hasan juga mendapat dukungan dari sebagian masyarakat. Mereka berargumen bahwa larangan menggunakan kendaraan tanpa SIM adalah langkah penting untuk menjaga keselamatan siswa dan mencegah kecelakaan lalu lintas.
Fakta Tambahan / Klarifikasi
SMKN 3 Bengkulu Tengah adalah salah satu sekolah dengan jumlah siswa yang menurun. Faktor utama adalah akses jalan yang tidak memadai, terutama saat musim hujan. Masalah ini tidak hanya dialami oleh sekolah tersebut, tetapi juga banyak sekolah di daerah pedesaan lainnya di Bengkulu.
Meskipun kebijakan gubernur bertujuan baik, kenyataannya, banyak siswa tidak memiliki alternatif transportasi selain kendaraan bermotor. Dengan adanya video ini, diharapkan pemerintah dapat lebih memperhatikan infrastruktur jalan di daerah-daerah yang kurang terjangkau.
Penutup – Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya
Pelajar di Bengkulu Selatan menghadapi tantangan nyata dalam mencapai sekolah, terutama melalui jalan berlumpur. Video yang viral menunjukkan pentingnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur pendidikan di daerah pedesaan.
Publik menantikan tindakan lanjut dari pemerintah, terutama dalam memperbaiki kondisi jalan dan memastikan akses pendidikan yang layak bagi semua siswa.


















