Peringatan Hari Guru Nasional di Jambi: Aksi Unjuk Rasa Guru Honorer Menggugah Perhatian
Pada peringatan Hari Guru Nasional 2025, acara yang biasanya diisi dengan upacara dan penganugerahan penghargaan di Kota Jambi justru diwarnai oleh aksi unjuk rasa dari para guru honorer. Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat dan menjadi topik pembicaraan hangat di media sosial.
Aksi tersebut berlangsung di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, tempat digelarnya upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 Tahun 2025. Meski upacara berjalan khidmat, para guru honorer menggelar demonstrasi untuk menyampaikan keluhan mereka terkait status kepegawaian dan hak-hak yang belum sepenuhnya diakui.
Kronologi Lengkap
Pada Selasa (25/11/2025), Pemkot Jambi menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional. Acara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha serta sejumlah jajaran Pemkot Jambi. Namun, di tengah prosesi upacara, sejumlah guru honorer memutuskan untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Mereka menuntut perhatian lebih dari pemerintah terkait masalah status kepegawaian dan kesejahteraan. Para guru honorer menilai bahwa selama ini mereka diperlakukan tidak adil dibandingkan dengan guru tetap. Mereka meminta agar pemerintah segera menyelesaikan masalah penuntasan guru honorer, termasuk dalam hal pengangkatan sebagai PNS atau PPPK.
Aksi ini dilakukan secara damai, tanpa ancaman fisik, dan diiringi dengan orasi-orasi yang menyampaikan keluhan mereka. Demonstrasi ini juga diiringi oleh spanduk dan poster yang menunjukkan tuntutan mereka.
Mengapa Menjadi Viral?
Aksi unjuk rasa guru honorer di Jambi viral karena menyentuh isu yang sering kali diabaikan oleh masyarakat luas. Masalah status kepegawaian guru honorer, terutama yang termasuk dalam kategori 2 (K-2), telah lama menjadi sorotan publik. Banyak dari mereka bekerja di sekolah-sekolah daerah, namun tidak memiliki jaminan masa depan yang jelas.
Video-video dari aksi ini tersebar cepat di media sosial, baik melalui platform seperti Instagram, Twitter, maupun TikTok. Masyarakat mulai merasa prihatin terhadap nasib para guru honorer yang bekerja keras tetapi tidak mendapatkan perlakuan yang layak. Hal ini memicu diskusi luas tentang pentingnya perlindungan dan pengakuan terhadap profesi guru.
Respons & Dampak
Reaksi dari masyarakat terhadap aksi ini sangat beragam. Banyak netizen menyampaikan dukungan kepada guru honorer, sementara sebagian lainnya mempertanyakan alasan aksi yang dilakukan pada momen peringatan Hari Guru.
Pihak Pemkot Jambi belum memberikan respons resmi terkait aksi ini, tetapi beberapa anggota DPR RI dan organisasi pendidikan telah menyampaikan dukungan terhadap tuntutan guru honorer. Partai Golkar, misalnya, telah menyatakan dukungan penuh terhadap penyelesaian masalah guru honorer, termasuk dalam hal pengangkatan sebagai PNS atau PPPK.
Dampak dari aksi ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan kondisi para guru honorer. Isu ini juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih adil dan transparan.
Fakta Tambahan / Klarifikasi
Menurut data dari Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, jumlah total guru honorer di Indonesia mencapai 735.825 orang, dengan 157.210 di antaranya merupakan guru honorer K-2. Pemerintah telah merumuskan simulasi penanganan guru honorer K-2, termasuk melalui tes CPNS dan PPPK.
Namun, banyak dari guru honorer masih merasa tidak puas dengan proses pengangkatan ini. Mereka menilai bahwa mekanisme yang ada tidak cukup efektif dan tidak memberikan kepastian bagi mereka yang ingin menjadi PNS.
Penutup — Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya
Aksi unjuk rasa guru honorer di Jambi pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi peringatan penting tentang perlunya perhatian lebih terhadap profesi guru. Apa yang ditunggu publik berikutnya adalah respons dari pemerintah dan lembaga terkait terhadap tuntutan para guru honorer.




















