Video yang menampilkan kekerasan oleh oknum TNI di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Insiden ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan instansi terkait. Pomdam XII/Tanjungpura telah turun tangan untuk menyelidiki dugaan kekerasan tersebut.
Kronologi Lengkap
Insiden ini bermula saat seorang anggota Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kota Pontianak, Andi Togo, mencoba menyelesaikan masalah dengan seorang oknum perwira TNI berinisial Am. Masalah berawal dari dugaan penggunaan mobil bodong dengan nomor polisi palsu. Saat Andi Togo berusaha menyelesaikan secara kekeluargaan, Am justru bersikap tidak kooperatif dan memanggil rekan-rekannya.
Tanpa peringatan, mereka langsung melakukan aksi pengeroyokan brutal terhadap Andi Togo. Dalam insiden ini, oknum TNI berinisial D juga disebut ikut serta dalam pemukulan. Akibatnya, korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis.
Mengapa Menjadi Viral?
Video kekerasan ini viral karena menunjukkan tindakan kasar yang dilakukan oleh aparat negara. Publik merasa terganggu dengan adanya indikasi kekuasaan yang digunakan untuk menindas warga. Selain itu, penyebaran video melalui media sosial mempercepat respons publik dan membuat isu ini semakin ramai dibicarakan.
Dari segi konten, video ini menunjukkan tindakan yang bertentangan dengan prinsip TNI sebagai institusi yang menjunjung keadilan dan hukum. Hal ini memicu rasa tidak puas dari masyarakat, terutama yang tergabung dalam organisasi seperti LPM.
Respons & Dampak
Reaksi dari masyarakat sangat kuat. Pengurus LPM Kota Pontianak dan Kalimantan Barat langsung melaporkan kejadian ini ke Pomdam XII/Tanjungpura. Mereka menuntut tindakan tegas terhadap para oknum TNI yang terlibat. Respons dari masyarakat juga didukung oleh tokoh-tokoh lokal yang menilai tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi.
Selain itu, insiden ini juga membawa dampak pada reputasi TNI. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, kejadian ini bisa memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi militer. Jika tidak ditangani dengan baik, potensi kerusakan reputasi bisa sangat besar.
Fakta Tambahan / Klarifikasi
Pomdam XII/Tanjungpura telah turun tangan untuk menyelidiki kejadian ini. Tim investigasi langsung ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta visum terhadap korban. Pengurus LPM telah menyerahkan bukti-bukti seperti foto dan dokumen pendukung.
Sementara itu, konfirmasi awak media kepada pihak Pomdam belum memberikan tanggapan resmi. Namun, pihak Pomdam telah menyatakan bahwa mereka akan menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan dan sesuai prosedur hukum.
Penutup
Insiden kekerasan oleh oknum TNI di Kalbar telah memicu reaksi kuat dari masyarakat dan organisasi masyarakat. Pomdam XII/Tanjungpura telah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini. Publik menantikan klarifikasi resmi dan tindakan tegas terhadap pelaku. Dengan demikian, kasus ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas institusi TNI.




















