Ratusan mahasiswa Universitas Jambi (Unja) melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut transparansi anggaran kampus. Aksi ini menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, karena menunjukkan kekecewaan terhadap pengelolaan dana yang dinilai tidak jelas. Demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah, yang menurut mahasiswa mengancam kualitas pendidikan dan proses belajar mengajar.
Kronologi Lengkap
Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa Unja berlangsung pada hari Senin, 24 Februari 2025, di halaman kampus Unja. Massa mahasiswa membawa spanduk dan poster dengan tulisan seperti “Transparansi Anggaran” dan “Hentikan Pemangkasan Dana”. Mereka menuntut agar seluruh anggaran kampus dipublikasikan secara terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat umum.
Dalam orasinya, salah satu perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa pemangkasan anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah telah memengaruhi kualitas pendidikan di kampus. “Kami khawatir, jika anggaran tidak transparan, maka dana akan disalahgunakan dan kualitas pembelajaran akan semakin buruk,” ujarnya.
Massa juga menuntut agar pihak kampus segera memberikan penjelasan terkait penggunaan dana yang dialokasikan untuk kegiatan akademik, riset, dan infrastruktur. Mereka menilai bahwa pengelolaan anggaran kampus saat ini tidak sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan partisipasi mahasiswa dalam pengambilan keputusan.
Mengapa Menjadi Viral?
Aksi demonstrasi mahasiswa Unja menjadi viral karena mencerminkan isu penting yang sedang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak perguruan tinggi negeri (PTN) mengalami pemangkasan anggaran akibat kebijakan efisiensi pemerintah. Hal ini menimbulkan protes dari kalangan dosen, mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan.
Selain itu, video aksi demonstrasi yang diunggah oleh mahasiswa Unja di media sosial mendapat respons besar dari netizen. Banyak komentar yang menyambut aksi tersebut dengan dukungan, sementara sebagian lainnya mengecam tindakan mahasiswa yang dianggap terlalu radikal.
Isu transparansi anggaran juga menjadi topik hangat dalam diskusi akademis dan politik. Banyak pihak menilai bahwa pengelolaan anggaran di lingkungan kampus sering kali tidak terbuka dan cenderung tertutup, sehingga sulit bagi masyarakat untuk memantau penggunaannya.
Respons & Dampak
Pihak universitas dan instansi terkait langsung merespons aksi demonstrasi ini. Rektor Unja, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, mengatakan bahwa pihak kampus akan segera menyelesaikan masalah anggaran dengan melibatkan mahasiswa dan dosen dalam proses pengambilan keputusan.
“Kami sepenuhnya mendukung keinginan mahasiswa untuk transparansi anggaran. Kami akan segera mengajukan laporan keuangan yang lebih jelas dan terbuka,” ujar Rektor.
Sementara itu, Wakil Rektor Unja, Dr. H. Syafriadi, menyatakan bahwa pihak kampus akan segera mengadakan rapat dengan mahasiswa dan dosen untuk membahas kebijakan anggaran. Ia menegaskan bahwa Unja akan tetap menjaga kualitas pendidikan meskipun ada pembatasan anggaran.
Namun, aksi ini juga memicu debat di kalangan masyarakat. Beberapa pihak menilai bahwa aksi mahasiswa terlalu keras dan bisa mengganggu proses perkuliahan. Sementara itu, kelompok lain menilai bahwa aksi ini adalah bentuk kepedulian terhadap kualitas pendidikan dan keadilan dalam pengelolaan dana.
Fakta Tambahan / Klarifikasi
Sebelum aksi demonstrasi, pihak kampus telah mengeluarkan surat edaran tentang efisiensi anggaran. Surat tersebut menyatakan bahwa dana penelitian dan pengabdian masyarakat akan dipangkas hingga 40%, sementara biaya operasional kampus juga akan dikurangi.
Namun, setelah aksi demo, pihak kampus mulai mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Rektor Unja mengatakan bahwa pihak kampus akan mencari solusi yang lebih adil dan transparan dalam pengelolaan anggaran.
“Kami akan segera meninjau kembali kebijakan efisiensi anggaran. Kami ingin memastikan bahwa semua pihak, termasuk mahasiswa dan dosen, dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Penutup — Kesimpulan & Perkembangan Selanjutnya
Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa Unja menjadi bukti bahwa isu transparansi anggaran kampus sangat sensitif dan penting untuk dibahas. Publik menantikan langkah konkret dari pihak kampus dan pemerintah dalam menghadapi tantangan pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel.
Mahasiswa dan dosen berharap agar kebijakan anggaran tidak hanya diambil secara sepihak, tetapi melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pihak terkait. Dengan demikian, kualitas pendidikan dan keadilan dalam pengelolaan dana dapat tercapai.
