9 Tanda Orang Sukses yang Sering Terlewat Menurut Para Ahli

https://soeara.com

Kesuksesan tidak selalu diukur dari uang, kekuasaan, atau ketenaran. Dalam beberapa penelitian dan pandangan para ahli, kesuksesan juga berarti merasa puas secara pribadi dan mampu memberi dampak bagi orang lain. Menariknya, sejumlah indikator kesuksesan sering kali tidak disadari oleh seseorang. Beberapa di antaranya adalah keterbukaan terhadap kegagalan dan kebiasaan belajar setiap hari. Lantas, apa saja ciri seseorang sebenarnya telah sukses tanpa ia sadari?

Ciri Orang Sukses yang Terkadang Tidak Disadari

Berikut adalah beberapa ciri-ciri orang sukses yang terkadang tidak disadari:

  1. Berorientasi pada Masa Depan

    Dalam episode podcast Business Insider This is Success, John Sculley, mantan CEO Apple dan presiden Pepsi, mengatakan dalam perjalanan kariernya, ia selalu bertanya “mengapa” dan “bagaimana”. Sculley mengatakan, kesuksesan sebagian besar bergantung pada kemauan untuk memecahkan masalah dengan cara yang belum pernah digunakan sebelumnya. Sementara itu, Scott Galloway, profesor klinis pemasaran di Stern School of Business, Universitas New York, sekaligus pendiri perusahaan intelijen digital L2, dan penulis buku The Four: The Hidden DNA of Amazon, Apple, Facebook, and Google mengatakan resistensi terhadap perubahan dapat menghambat kesuksesan. “Resistensi terhadap perubahan dapat menghambat karier atau kemajuan besar,” ungkapnya.

  2. Visi untuk Kehidupan yang Diinginkan

    Nathaniel Koloc, mantan CEO ReWork, berkata kepada Harvard Business Review bahwa alih-alih bertanya mengenai pekerjaan yang diinginkan, seseorang seharusnya bertanya kehidupan seperti apa yang ia inginkan. “Anda seharusnya bertanya pada diri, ‘kehidupan seperti apa yang saya inginkan?’ dan bagaimana pekerjaan tersebut cocok dengan gambaran yang lebih luas,” kata Nathaniel. Pelatih karier dan mantan karyawan Google, Jenny Blake juga menyarankan hal serupa. “Dalam menentukan pekerjaan, walau hanya untuk satu tahun ke depan, seseorang seharusnya bertanya pada diri sendiri, ‘seperti apa hari-hari ideal saya?’ dan ‘seperti apa tipe orang yang ingin saya temui?’,” ujar Jenny.

  3. Menggunakan Keterampilan Khas

    Eric Barker, penulis Barking Up the Wrong Tree, mengatakan bahwa keterampilan khas yang dimiliki dapat menjadi sumber kekuatan. “Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering seseorang menggunakan keterampilan miliknya, orang tersebut akan semakin bahagia, dihormati, dan merasa puas dengan pekerjaan,” jelas Eric. Lebih lanjut, apabila seseorang menggunakan keterampilan tersebut dalam pekerjaan, maka akan lebih mudah dalam mendapatkan banyak kesuksesan.

  4. Terbuka terhadap Kegagalan

    Galloway mengatakan bahwa empat raksasa teknologi seperti Apple, Google, Facebook, dan Amazon tetap rentan terhadap kegagalan ketika sedang mencoba inovasi baru. Maka dari itu, jika seseorang ingin sukses dalam karier, ia harus melakukan hal yang sama. “Jika tidak menghadapi tantangan, kesalahan, atau kegagalan sesekali dalam karier, berarti Anda belum benar-benar mendorong diri keluar dari zona nyaman atau mencoba hal-hal besar,” tegas Galloway.

  5. Bersedia Mengambil Risiko

    Sulit menemukan orang sukses yang tidak pernah mengambil risiko dalam karier mereka. Jeff Bezos, CEO Amazon sekaligus orang terkaya di dunia, sering membicarakan mengenai bagaimana ia memilih risiko yang akan diambil. “Saya tahu ketika berusia 80 tahun, saya tidak akan menyesal telah mencoba ini. Saya tidak akan menyesal ikut dalam sesuatu yang disebut Internet, yang saya percaya akan menjadi hal besar. Kalau gagal pun, saya tidak akan menyesal,” ucapnya.

  6. Meluangkan Waktu Setiap Hari untuk Belajar

    Beth Comstock menyarankan agar seseorang menyisihkan sekitar 10 persen dari waktu kerja untuk kegiatan yang bisa menambah pengetahuan dan wawasan, seperti membaca, menulis, riset, atau belajar hal baru. “Meskipun kita sibuk mengurus pekerjaan, tim, atau proyek, penting juga untuk meluangkan sebagian waktu untuk mencari ide baru, memahami tren, dan belajar dari orang lain atau sumber informasi,” jelas Beth. Contohnya seperti menggunakan waktu itu untuk membaca artikel atau buku, menonton presentasi TED, berbicara dengan orang lain, menghadiri acara industri, atau bertanya tentang tren dan hal-hal yang membuat seseorang tertarik atau khawatir.

  7. Memiliki Kesadaran Diri

    Menurut Tasha Eurich, psikolog organisasi dan penulis Insight, kebanyakan orang tidak benar-benar tahu bagaimana orang lain melihat mereka. Padahal, orang yang memiliki pemahaman akurat tentang diri mereka akan cenderung lebih sukses. Eurich menyarankan untuk memiliki satu atau dua “kritikus yang penyayang”, yaitu orang yang jujur kepada kita tetapi tetap peduli pada kepentingan kita. Kita dapat meminta masukan kepada mereka agar dapat menjadi diri yang lebih baik. Pelatih eksekutif Marshall Goldsmith menambahkan bahwa apa yang orang lain pikirkan tentang kita kadang lebih penting daripada pandangan kita terhadap diri sendiri. Dalam bukunya What Got You Here Won’t Get You There, ia menulis bahwa dengan berhenti sejenak, mendengarkan, dan merenungkan apa yang orang lain lihat dalam diri kita, kita bisa menilai apakah diri yang kita tunjukkan sesuai dengan diri yang kita inginkan.

  8. Bersyukur

    Rasa syukur dapat memberikan manfaat bagi hubungan, kesehatan, dan karier seseorang. Doug Conant, CEO dari Campbell’s Soup menjadikan rasa syukur sebagai strategi kepemimpinan utama. Sepanjang kariernya di Campbell’s, ia mengirimkan lebih dari 30.000 ucapan terima kasih tulisan tangan kepada staf dan klien. Tokoh-tokoh terkenal dan sukses lainnya memiliki praktik bersyukur setiap hari. Misalnya, John Paul DeJoria yang meluangkan lima menit pertama setiap hari untuk bersyukur atas kehidupan.

  9. Welas Asih

    Welas asih pada diri sendiri tidak membuat seseorang lemah. Sebaliknya, menurut para ilmuwan, welas asih dapat membuat seseorang lebih sukses. Berdasarkan jurnal Psychology Press tahun 2003 tentang kasih sayang terhadap diri sendiri menunjukkan bahwa ia memiliki tiga komponen, yaitu terlibat dalam dialog internal yang positif, memahami bahwa setiap orang membuat kesalahan, dan menyadari pikiran dan perasaan tanpa menyerah padanya. Dalam The Happiness Track, Emma Seppala, direktur sains di Pusat Penelitian dan Pendidikan Kasih Sayang dan Altruisme dari Stanford University merekomendasikan satu strategi untuk mempraktikkan kasih sayang pada diri sendiri. “Perlakukan diri Anda sebagaimana Anda memperlakukan rekan kerja atau teman yang telah gagal,” kata Emma.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *