Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan berbagai bantuan untuk masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi Pulau Sumatra. Bantuan tersebut mencakup santunan, perbaikan rumah, serta bantuan khusus bagi mahasiswa.
Santunan untuk Korban Tewas dan Luka Berat
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah memberikan santunan kepada korban meninggal dan korban luka berat akibat bencana alam. Besaran santunan yang diberikan adalah sebesar Rp15 juta untuk keluarga korban tewas dan Rp5 juta untuk korban luka berat.
“Kalau untuk yang wafat ada santunan Rp 15 juta. Kalau untuk yang luka-luka berat ada Rp5 juta,” ujar Gus Ipul. Ia menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tali asih untuk meringankan beban dan menguatkan kebersamaan dalam menghadapi bencana.
Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan program pemberdayaan bagi warga yang kehilangan rumah, pekerjaan, maupun mata pencaharian.
Bantuan Rumah Senilai Rp60 Juta
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran sebesar Rp60 juta per unit rumah untuk membantu para pengungsi bencana di Sumatra. Dana tersebut akan digunakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperbaiki atau membangun kembali rumah-rumah yang rusak atau hancur akibat banjir bandang dan longsor.
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, menyatakan bahwa saat ini tercatat lebih dari 37 ribu rumah warga yang rusak. “Per hari ini, Bapak Presiden, rumah masyarakat yang rusak itu sampai 37.546 rumah,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025).
BNPB akan membangun dua jenis hunian, yaitu hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Huntara akan dibangun oleh Satgas Penanggulangan Bencana TNI/Polri, sedangkan huntap akan diserahkan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP).
Suharyanto juga menjelaskan bahwa anggaran Rp60 juta per rumah akan digunakan untuk rumah yang tidak direlokasi. Jika pemilik rumah ingin menambah biaya sendiri, hal tersebut diperbolehkan.
Bantuan Khusus Mahasiswa
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyampaikan bahwa sebanyak 15.833 mahasiswa terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera akan menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp1.250.000 per bulan.
Direktur Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa bantuan diberikan melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) bagi mahasiswa korban bencana alam. “Bantuannya biaya hidup sebesar Rp1.250.000 per bulan atau Rp 3.750.000 untuk 3 bulan,” kata Fauzan.
Total anggaran yang disiapkan untuk penyaluran bantuan tersebut mencapai Rp59,375 miliar. Fauzan menambahkan bahwa sebanyak 60 perguruan tinggi terdampak banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Perkembangan Bencana di Sumatra
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 929 jiwa tewas akibat bencana di Sumatra per Senin (8/12/2025). Korban tewas terbanyak ada di Kabupaten Agam dengan 179 jiwa, disusul Aceh Utara dengan 128 jiwa, dan Tapanuli Tengah dengan 120 jiwa.
Sementara itu, korban masih hilang mencapai 274 jiwa dan melukai 5.000 jiwa. Data lain menunjukkan bahwa sebanyak 148.100 rumah rusak, fasilitas umum 1.200 unit, rumah ibadah 420 unit, fasilitas kesehatan 199 unit, gedung/kantor 234 unit, fasilitas pendidikan 534 unit, dan jembatan 405 unit.














