Desakan Warga Nusa Penida untuk Lanjutkan Proyek Lift Kaca Kelingking

AA1QZ5Qb

Proyek Lift Kaca di Pantai Kelingking Dukungan Warga Lokal

Warga lokal Nusa Penida, khususnya di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, meminta agar proyek lift kaca di Pantai Kelingking segera dilanjutkan dan dituntaskan. Mereka menilai bahwa proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi wisatawan dan masyarakat setempat.

Wayan Arjana, seorang warga lokal yang bekerja sebagai petugas balawista atau penyelamat Pantai Kelingking, mendukung keberlanjutan proyek lift kaca tersebut. Ia mengatakan bahwa selama ini hanya beberapa wisatawan yang berhasil turun ke bawah Pantai Kelingking karena kondisi jalan yang sulit.

“Selama ini hanya beberapa wisatawan yang turun hingga ke bawah Pantai Kelingking karena kondisi jalan,” ujar Arjana.

Menurutnya, naik dari bawah ke atas juga sangat menyulitkan wisatawan. Banyak dari mereka yang mengalami muntah-muntah saat berjalan naik. Petugas balawista sering menjemput wisatawan untuk membawa mereka naik dengan tandu.

“Naiknya juga susah, wisatawan sering muntah-muntah di tengah jalan saat naik, kami petugas Balawista sering menjemput wisatawan untuk ditandu naik ke atas,” tambah Arjana.

Ia pun mendukung proyek lift kaca Kelingking ini dituntaskan karena dinilai bermanfaat bagi wisatawan dan warga lokal. “Saya jamin ini akan memudahkan mereka yang belum pernah turun ke pantai di bawah. Setelah proyek selesai, tempat kami ini akan menjadi the best di Asia nanti,” imbuh Arjana.

Ia menambahkan keberadaan lift kaca Kelingking akan banyak sekali manfaatnya, terutama untuk membantu wisatawan yang mengalami insiden atau kecelakaan di Pantai Kelingking. “Jika ada tamu insiden atau kecelakaan, lift ini bisa untuk membantu evakuasi korban. Harapan kami ini bisa membantu lebih bagus bagi wisatawan. Kalau jalan terjal ini susah sekali membawa korban ke atas,” papar Arjana.

Dukungan dari Warga Lain

Komang Silat, seorang warga lokal Nusa Penida yang bekerja sebagai driver mobil angkutan wisata, juga mendukung proyek lift kaca Kelingking dilanjutkan. “Dengan adanya lift kaca ini, wisatawan lancar turun ke pantai, pertolongan korban kecelakaan di pantai juga bisa lebih cepat dilakukan, sebagai warga lokal Nusa Penida saya mendukung ini dilanjutkan untuk kemajuan pariwisata,” ujarnya.

Terkait tudingan bahwa lift kaca merusak alam, Komang menilai pembangunan lift tidak merusak keasrian alam Kelingking. “Saya melihat tidak ada alam yang dirusak, pemandangan juga tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.

Peran Kuasa Hukum Investor

Kuasa hukum investor lift kaca Kelingking, PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group, Gede Adi Putrawan berharap solusi yang masuk akal terkait penyetopan dan pembongkaran proyek lift kaca Kelingking. “Banyak masyarakat yang sebelumnya pesimis kini balik mendukung lift kaca karena faktanya tidak benar proyek ini merusak pemandangan, kalau tidak baik untuk mereka warga lokal, tidak mungkin akan didukung,” kata dia.

Menurutnya, selain memajukan pariwisata dan ekonomi masyarakat Nusa Penida, Pembangunan lift kaca juga bertujuan lebih menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kelingking. Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya telah bertemu langsung dengan investor dari China tersebut dan menerima penjelasan terkait proyek lift kaca.

Investor lift tidak hanya ingin berinvestasi di Nusa Penida tapi juga mempunyai niat baik untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata di Nusa Penida. “Dalam pertemuan itu klien kami menjelaskan secara lengkap terkait proyek lift kaca tersebut, mulai proses perizinan hingga pembangunannya. Intinya mereka berinvestasi untuk lebih memajukan dunia pariwisata di Nusa Penida Klungkung dan Bali pada umumnya,” ujar Gede Adi.

Tujuan Investasi dan Keamanan Wisatawan

Menurutnya, sebelum berinvestasi di Pantai Kelingking, pihak investor menerima banyak informasi terkait banyaknya kecelakaan yang menimpa wisatawan saat berwisata di Pantai Kelingking. “Ada yang jatuh dari atas tebing, ada yang terseret arus hingga tewas, dan berbagai macam insiden lainnya yang tidak terdata. Saat pelaksanaan proyek, pihak pekerja lift juga sempat terlibat dalam upaya penyelamatan para wisatawan yang mengalami kecelakaan dengan menggunakan alat di proyek untuk mengevakuasi korban dari pantai di bawah menuju atas tebing,” ungkapnya.

Ia menambahkan selama ini ada yang tidak bisa diselamatkan jiwanya karena proses evakuasi yang sangat sulit dari bawah tebing menuju atas tebing karena medan yang terjal dan sulit. Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Pantai Kelingking, kata Adi, menyebabkan citra objek wisata tersebut dan juga Bali menjadi kurang baik di mata internasional.

Karena kasus kecelakaan di Kelingking sering beredar di media sosial, objek wisata Kelingking identik dengan tempat wisata yang tidak aman dan berbahaya. “Kami dari pihak investor ingin memperbaiki itu semua dengan kehadiran lift kaca, agar keamanan dan kenyamanan wisatawan di pantai Kelingking semakin terjamin,” tegas Gede Adi.

Visi Investor untuk Pariwisata Nusa Penida

Tak hanya untuk meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan di Kelingking, pihak investor dari China juga mempunyai niat baik untuk menata kawasan pantai Kelingking agar menjadi lebih baik. “Selain membangun lift kaca untuk memudahkan wisatawan menikmati keindahan panorama Pantai Kelingking, investor juga akan menata kawasan tersebut menjadi lebih baik dengan standar internasional,” jelas Gede Adi.

Gede Adi menyatakan akan mencari solusi terkait persoalan ini dengan menghormati kebijakan dari Gubernur Bali ataupun Bupati Klungkung. “Namun karena investasi sudah berjalan dan niatnya baik untuk kemakmuran masyaraka Klungkung dan memajukan wisata Bali, kami akan berusaha mencari win win solution yang saling menguntungkan agar semua pihak tidak dirugikan, yang kurang kita perbaiki atau kita benahi bersama agar semua berjalan dengan baik demi tujuan yang baik juga,” tutur Gede Adi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *