Dinas Kesehatan TTU Perketat Pengawasan Dapur MBG

melihat dapur mbg di tapos depok 2 169

Peningkatan Pengawasan Terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten TTU

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akan meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di setiap Dapur SPPG. Pengawasan ini akan dilakukan secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten TTU untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan tetap sehat dan layak konsumsi.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Basilius Haumein, menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan. Tim ini bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan para karyawan di dapur, menilai kelayakan makanan, serta memastikan kepatuhan karyawan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh BGN.

“Salah satu rekomendasi kami adalah menyediakan alat deteksi cepat untuk memastikan makanan aman sebelum didistribusikan,” ujarnya.

Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian dugaan keracunan yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebelumnya, sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu usai mengonsumsi MBG. Pantauan menunjukkan sejumlah anak PAUD dan SD berada di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kefamenanu. Beberapa dari mereka telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan medis.

Belasan orang anak diduga mengalami keracunan atau alergi setelah mengonsumsi makanan dari Program MBG. Para kepala sekolah, guru-guru, dan orang tua/wali murid tampak hadir di UGD. Beberapa anak terlihat memiliki wajah dan tubuh yang memerah, sementara petugas medis sibuk memberikan perawatan.

Anak-anak dari tiga sekolah di Kecamatan Kota Kefamenanu mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit kepala, dan lemas setelah mengonsumsi menu seperti nasi kuning, daun ubi tumis, ikan goreng tepung, tahu goreng, dan buah semangka.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Basilius Haumein, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirim tim investigasi ke lapangan setelah 14 siswa SD dari tiga sekolah di Kota Kefamenanu diduga mengalami keracunan. Tim tersebut terdiri dari tenaga kesehatan dari Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Sasi.

Langkah pertama yang dilakukan adalah penanganan terhadap pasien yang diduga mengalami keracunan. Selanjutnya, tim juga melakukan deteksi kasus susulan dan mengambil sampel makanan serta muntah dari siswa untuk diperiksa di laboratorium di Kupang. Sampel tersebut dikirimkan pada pukul 18.12 WITA pada Kamis, 27 November 2025.

Basilius mengatakan bahwa hasil laboratorium akan menjadi rujukan bagi tindak lanjut selanjutnya. Ia menyebut total sebanyak 14 orang anak yang diduga mengalami keracunan. Data awal menunjukkan 3 orang siswa yang masuk melalui layanan call center 112, namun jumlahnya berkembang menjadi 12 orang pada siang hari. Setelah itu, dua tambahan pasien juga dilarikan ke RSUD Kefamenanu.

Sebanyak 14 pasien tersebut telah ditangani oleh tim medis dan kembali ke rumah masing-masing. Rincian jumlah siswa yang terkena dampak adalah 11 orang dari SDK Peboko, 2 orang dari SDN Gua Aplasi, dan 1 orang dari SDK Kefamenanu 1. Tidak ada siswa PAUD yang diduga mengalami keracunan.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kefamenanu Tengah II, Adipontius A.Tefi, menyatakan bahwa pihaknya sementara berhenti beroperasi untuk menyediakan makanan MBG di sejumlah sekolah di Kota Kefamenanu. Keputusan ini diambil setelah insiden keracunan terjadi, dan pihaknya menunggu arahan dari Korwil dan atasan untuk mulai operasional kembali.

Adipontius juga mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntah dari siswa di laboratorium Kupang. Ia menambahkan bahwa pihaknya baru saja selesai melakukan pertemuan bersama Korwil, Dinas Kesehatan, dan sejumlah pihak lainnya untuk membahas kejadian tersebut.

[bbr]




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *