Kemenangan Berharga AC Milan di Stadion Olimpiade Torino
AC Milan berhasil mengakhiri tren negatif mereka dalam pertandingan melawan Torino di Stadion Olimpiade pada Selasa (9/12). Tim asuhan Max Allegri mampu mencatatkan kemenangan comeback dengan skor 2-3 atas tuan rumah. Kemenangan ini menjadi penting bagi Rossoneri untuk naik ke puncak klasemen Liga Italia.
Meski meraih tiga poin penting, AC Milan harus membayar mahal dengan cederanya Rafael Leao. Pemain Portugal itu mengalami cedera otot adduktor setelah terjatuh saat bermain. Cedera ini memaksa Leao ditarik keluar sebelum babak pertama usai dan digantikan oleh Samuel Ricci.
Kemenangan yang diraih AC Milan tidak lepas dari peran penting Christian Pulisic. Meskipun sedang dalam kondisi tidak prima akibat demam, Pulisic berhasil mencetak dua gol yang memastikan kemenangan timnya. Dengan brace-nya, Pulisic menjadi bintang utama dalam laga ini.
Perjalanan Kemenangan AC Milan
Pertandingan dimulai dengan kedudukan yang kurang menguntungkan bagi AC Milan. Torino unggul lebih dulu melalui penalti Nikola Vlasic pada menit ke-10 dan sontekan Duvan Zapata pada menit ke-17. Namun, AC Milan mampu bangkit setelah Adrien Rabiot mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-17.
Sebelum jeda babak pertama, Rafael Leao mengalami cedera yang membuatnya harus ditarik keluar. Hal ini memaksa pelatih untuk melakukan perubahan strategi. Di babak kedua, AC Milan memainkan Christian Pulisic sebagai pengganti Bartesaghi. Meskipun sempat diragukan tampil, Pulisic akhirnya menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-3.
Kondisi dan Perubahan Strategi
Asisten pelatih AC Milan, Marco Landucci, menjelaskan bahwa kondisi Leao masih dalam pemeriksaan. Ia diperkirakan mengalami cedera otot adduktor. “Leao akan menjalani tes besok, dia merasakan nyeri di otot adductor dan kami berharap itu bukan masalah serius,” ujar Landucci.
Dalam babak kedua, AC Milan mengubah strategi permainan dengan memainkan Nkunku di lini depan. Hal ini memberikan keseimbangan dalam permainan dan memungkinkan bola mengalir lebih baik. Landucci juga menyampaikan bahwa Pulisic memiliki sikap yang tepat dan mampu menginspirasi rekan-rekannya.
Klasemen Liga Italia
Setelah kemenangan ini, AC Milan naik ke puncak klasemen Liga Italia dengan 31 poin. Mereka memiliki jumlah poin yang sama dengan Napoli, namun unggul dalam selisih gol. Berikut adalah posisi klasemen sementara:
- AC Milan: 14 pertandingan, 9 menang, 4 imbang, 1 kalah, 22 gol mencetak, 11 gol kemasukan, +11
- Napoli: 14 pertandingan, 10 menang, 1 imbang, 3 kalah, 22 gol mencetak, 12 gol kemasukan, +10
- Inter Milan: 14 pertandingan, 10 menang, 0 imbang, 4 kalah, 32 gol mencetak, 13 gol kemasukan, +19
- Roma: 14 pertandingan, 9 menang, 0 imbang, 5 kalah, 15 gol mencetak, 8 gol kemasukan, +7
- Bologna: 14 pertandingan, 7 menang, 4 imbang, 3 kalah, 23 gol mencetak, 12 gol kemasukan, +11
- Como: 14 pertandingan, 6 menang, 6 imbang, 2 kalah, 19 gol mencetak, 11 gol kemasukan, +8
- Juventus: 14 pertandingan, 6 menang, 5 imbang, 3 kalah, 18 gol mencetak, 14 gol kemasukan, +4
- Sassuolo: 14 pertandingan, 6 menang, 2 imbang, 6 kalah, 19 gol mencetak, 17 gol kemasukan, +2
- Cremonese: 14 pertandingan, 5 menang, 5 imbang, 4 kalah, 18 gol mencetak, 17 gol kemasukan, +1
- Lazio: 14 pertandingan, 5 menang, 4 imbang, 5 kalah, 16 gol mencetak, 11 gol kemasukan, +5
- Udinese: 14 pertandingan, 5 menang, 3 imbang, 6 kalah, 15 gol mencetak, 22 gol kemasukan, -7
- Atalanta: 14 pertandingan, 3 menang, 7 imbang, 4 kalah, 17 gol mencetak, 17 gol kemasukan, 0
- Cagliari: 14 pertandingan, 3 menang, 5 imbang, 6 kalah, 14 gol mencetak, 19 gol kemasukan, -5
- Genoa: 14 pertandingan, 3 menang, 5 imbang, 6 kalah, 15 gol mencetak, 21 gol kemasukan, -6
- Parma: 14 pertandingan, 3 menang, 5 imbang, 6 kalah, 10 gol mencetak, 17 gol kemasukan, -7
- Torino: 14 pertandingan, 3 menang, 5 imbang, 6 kalah, 14 gol mencetak, 26 gol kemasukan, -12
- Lecce: 14 pertandingan, 3 menang, 4 imbang, 7 kalah, 10 gol mencetak, 19 gol kemasukan, -9
- Pisa: 14 pertandingan, 1 menang, 7 imbang, 6 kalah, 10 gol mencetak, 19 gol kemasukan, -9
- Verona: 14 pertandingan, 1 menang, 6 imbang, 7 kalah, 11 gol mencetak, 21 gol kemasukan, -10
- Fiorentina: 14 pertandingan, 0 menang, 6 imbang, 8 kalah, 11 gol mencetak, 24 gol kemasukan, -13




















