Orang Tua Ditemukan Berpelukan, Fitri Ungkap Warga Gali Longsor dengan Alat Seadanya

AA1RAXkQ

Kabar Duka dari Desa Bair

Di lokasi bencana di Desa Bair, Dusun Satu, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (8/12/2025), suasana terasa sangat sedih. Desa Bair adalah salah satu dari 14 kecamatan yang terdampak banjir dan longsor pada Selasa (25/12/2025) lalu.

Dari kejauhan, terlihat seorang perempuan mengenakan pakaian kaos berwarna pink mendekati lokasi pencarian mayat. Ia duduk di pondok kecil di area lokasi pencarian yang dilakukan oleh petugas gabungan seperti polisi, tim SAR, dan lainnya. Perempuan itu adalah Fitriyawanti Silalahi (34), yang juga kehilangan kedua orang tuanya akibat bencana tersebut.

Fitri menceritakan bahwa orang tuanya berhasil ditemukan dua hari lalu di lokasi Tim SAR mencari korban hilang saat ini. Menurutnya, orang tuanya kemungkinan sempat berpelukan sebelum akhirnya melepaskan pelukan tersebut. Lokasi ditemukannya mayat sang ibu dengan bapaknya cukup dekat dan tidak berjauhan.

“Kami sudah tiga hari ke atas ini. Hari kedua, orang tua kami ketemu. Memang hari itu, aku udah ada feeling orang tua bakal ketemu,” ujarnya. “Waktu dinyatakan sudah ketemu mamakku ditelungkupin pakai sarung. Mungkin saat itu mereka (orang tuanya) berlindung atau kedinginan, makanya pakai sarung.”

Selang 15 menit, mayat sang ibu dapat, jenazah sang ayah pun juga langsung ditemukan. “Waktu angkat mamak, keliatan ada kaki. Kita pikir itu bapak. Dan ternyata benar,” tambahnya. “Mungkin sebelumnya berpelukan karena goncangan segala macam jadi lepas. Mungkin badannya berdempet.”

Saat mendengar orang tuanya ditemukan, Fitri berlari dari gereja yang lokasinya cukup jauh dan harus melewati tanjakan. “Posisi aku belum sampai atas, karena jalanan nanjak. Tapi begitu dengar aku dipanggil dari bawah jadi aku lari ke sini.” Ia menjelaskan bahwa orang-orang meminta informasi tentang warna baju ibunya saat kejadian.

Namun, karena itu orang yang melahirkannya, hanya dikasih jeda 15 menit untuk melihat sang ibu dengan posisi setengah badan diletakkan di kantong jenazah. “Hanya lihat sebentar sebagai tanda itu mamak kami. Habis itu kami enggak bisa pegang lagi. Dan jenazah diturunkan di tempat pengungsian,” jelasnya.

Sementara sang bapak, ia tak sempat untuk melihat posisi pertama kali ditemukan Tim Gabungan. “Kata orang itu, mereka sudah tutup pencarian di hari itu. Karena posisi juga lagi hujan, jadi saya boleh melihat bapak di lokasi posko,” katanya. Akhirnya, ketika di posko bencana, mereka pun melihat kedua orang tuanya lalu menguburkan di tempat kuburan keluarga.

Namun, menurut Fitri, tim gabungan baru datang dua hari belakangan. Padahal bencana sudah hampir dua minggu terjadi tepat di hari Selasa (9/12/2025) besok. Sebelumnya, ia bersama warga Kampung Bair bergotong royong untuk menemukan jenazah-jenazah yang hilang tertimbun longsor. “Sudah seminggu suami, abang saya dan warga di sini menyewa alat dari perusahaan swasta seperti arit, senso dan lain-lain sejak satu hari setelah kejadian. Tapi itulah tidak berhasil,” katanya.

Menurut Fitri, andai saja alat eskavator tersebut cepat datang ke desanya, mungkin semua korban telah ditemukan dan tidak sesusah sekarang. “Ini sudah hampir 14 hari baru dua hari lalu tiga korban ditemukan masih ada orang lagi yang belum ditemukan.” Tiga orang itu adalah mamaknya almarhum Normi Hutagalung (56) dan bapak Marningot Silalhi (57) tahun.

Nasib Pilu Bayi Jehan

Kejadian lainnya yang sangat menyedihkan adalah nasib bayi berusia satu tahun bernama Jehan usai orang tuanya meninggal terkubur longsor. Bayi tersebut merupakan korban bencana longsor yang terjadi di Desa Bonan Dolok, Simaninggir, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 26 November 2025.

Jehan kini menjadi yatim piatu setelah orang tuanya tewas karena longsor. Ia harus kehilangan ayah dan ibunya sekaligus akibat bencana longsor. Bahkan jasad kedua orang tua Jehan disebut masih terkubur tanah longsor, dan belum berhasil ditemukan. Padahal Jehan masih membutuhkan ASI dari sang ibu.

Bahkan, sudah lima hari, Jehan harus bertahan tanpa ASI. Hal ini terungkap lewat postingan yang beredar di media sosial, melansir Tribun Sumsel. Kisah ini viral di media sosial usai diunggah akun TikTok @dianhutagalung_ pada Senin (1/12/2025).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *