Permintaan Ayu Puspita Ditolak Korban WO: Uang Saya Kemana?

uang saya hitung uang tunai screenshot

Ratusan Korban Penipuan Wedding Organizer Menggeruduk Kediaman Pemilik WO

Ratusan korban penipuan yang dilakukan oleh sebuah wedding organizer (WO) menggeruduk kediaman Ayu Puspita di wilayah Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Mereka datang untuk meminta pertanggungjawaban atas uang yang mereka habiskan untuk pernikahan yang tidak terlaksana.

Para korban mengecam tindakan Ayu Puspita dan mempertanyakan keberadaan dana yang telah mereka tabung selama bertahun-tahun. Mereka merasa kecewa karena pesta pernikahan yang mereka rencanakan kini harus berakhir dengan kehilangan dana besar.

Momen ini direkam oleh para korban saat mereka bertemu dengan pemilik WO tersebut. Namun, Ayu Puspita sempat melontarkan permintaan saat para korban merekam dirinya. “Jadi gini tante, saya sebenarnya,” katanya dikutip dari akun media sosial yang merepost konten tersebut.

Belum selesai memberikan pernyataan, Ayu merasa silau wajahnya disorot lampu kamera ponsel para korban. “Boleh, flashlightnya,” kata Ayu. Namun, permintaan itu ditolak oleh para korban. “Enggak, kita ga pernah ngatur situ, sekarang mau ngomong apalagi? ayo coba mau ngomong apa?” jawab para korban.

“Ini ya pusing mata saya silinder,” kata Ayu. “Saya juga pusing eh. Gua lebih pusing. Duit gue kemana,” cecar para korban. “Jalan-jalan ke luar negeri. Pas pusing anak gue mau nikah. Woi malu tuh tahu ga, enggak ada catering,” teriak korban. “Zalim,” sambung korban lain. “Kamu gini doang kena flash pusing. Apa kabar saya sama pasangan dan keluarga, pusing sampai pagi di polres, ya sekarang lo gimana dah,” ungkap korban.

Akhirnya, Ayu memberikan penjelasan singkat. “Saya tidak ada niat sedikitpun untuk seperti ini,” imbuhnya.

Pengakuan Ayu Puspita kepada Penyidik

Terkuak pengakuan Ayu Puspita, pemilik wedding organizer (WO) yang diduga melakukan penipuan kepada ratusan calon pengantin. Pengakuan tersebut diurai Ayu Puspita kepada penyidik Polres Metro Jakarta Utara.

Mulanya penyidik bertanya kepada Ayu Puspita terkait kesanggupannya menyelenggarakan pernikahan calon pengantin yang sudah membayar secara lunas kepada WO miliknya. “Ini untuk menjawab konsumen Ibu yang depan polres itu, Ibu untuk pernikahan 13 Desember 2025 atas nama Lulu, 21 Desember 2025 atas nama Kurniawan, dan 28 Desember 2025 atas nama Ardita, ibu sanggup gak menyelenggarakan?” tanya penyidik.

“Untuk hari ini saya masih belum bisa Pak,” jawab Ayu Puspita dengan suara lemas. Penyidik kembali mengulangi pertanyaan. Namun Ayu Puspita memberikan jawabannya yang tidak sesuai. “Sanggup apa enggak ke depannya?” tegas penyidik. “Saya belum ada gambaran pasti ke depannya Pak,” kata Ayu Puspita.

Mendengar jawaban Ayu Puspita, penyidik lalu kembali bertanya namun dengan menaikkan nada bicaranya. “Sanggup apa gak sanggup?! Itu jawabannya,” tanya penyidik. “Untuk saat ini belum sanggup Pak,” jawab Ayu Puspita.

Salah satu korban penipuan Ayu Puspita, Tamay (26), lalu mengunggah video pengakuan pelaku ke media sosial Thread-nya. Tamay mengaku sangat lemas mendengar hal tersebut. Ia lalu mempertanyakan nasib acara pernikahannya. “DEMI ALLAH LEMES BGT, AYU PUSPITA JAHAT BGT GW LEMES BGT INI UANG KAMI GIMANA NASIB NYA byayupuspitaa,” tulis Tamay.

Polisi Bantah Bebaskan Pemilik WO

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membantah kabar APD, pemilik wedding organizer (WO) yang diduga melakukan penipuan, telah dibebaskan oleh polisi. “Jadi kami luruskan tidak benar bahwa terduga pelaku dilepas oleh kepolisian Polda Metro Jaya,” kata Budi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/12/2025).

Budi menjelaskan, laporan terkait dugaan penipuan oleh WO tersebut telah diterima pada Minggu (7/12/2025) sore. Penyidik kini menindaklanjuti laporan itu dengan mengumpulkan alat bukti sesuai ketentuan Pasal 184 KUHAP. “Selaku penyidik harus membuat terang suatu tindak pidana. Harus periksa saksi, terus alat-alat buktinya apa. Ini kan harus didalami,” ujar Budi.

APD saat ini ditangkap di Mapolres Jakarta Utara bersama sejumlah stafnya. Menurut Budi, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk mempertimbangkan peningkatan status APD dan stafnya menjadi tersangka. “Dalam proses pemeriksaan kemungkinan akan dilakukan gelar perkara untuk peningkatan status (tersangka) dan gelar perkara untuk dilakukan penahanan,” ucapnya.

Kasus dugaan penipuan ini mencuat setelah seorang perias pengantin mengunggah laporan mengenai dua pernikahan bermasalah yang digarap WO tersebut di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, Sabtu (6/12/2025). “Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya,” jelas seorang korban, Tamay (26), saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/12/2025).

Unggahan itu kemudian memicu banjir komentar dari warganet yang mengaku turut menjadi korban. Mereka akhirnya membentuk grup WhatsApp untuk menyamakan informasi. Dari diskusi para korban, WO tersebut diduga menawarkan paket pernikahan dengan promo seragam yang sangat menggiurkan untuk menarik pelanggan.

Saat ini, pihak WO telah dibawa ke Mapolres Jakarta Utara, diikuti para korban yang ingin mendapatkan kejelasan. “Ini semua sudah di Polres Jakarta Utara. Termasuk owner-nya, semuanya, marketingnya. Mereka berkelit. Pokoknya enggak jelaslah, kami enggak dapat titik terangnya,” kata Tamay.

Korban yang acaranya telah berlangsung dimintai keterangan. Sementara korban yang jadwal pernikahannya masih lama—seperti Tamay yang berencana menikah pada April 2026—dipastikan belum dapat diproses karena belum terjadi tindak pidana konkret. “Yang dipanggil orang-orang yang acaranya udah selesai. Kami yang acaranya masih lama enggak bisa diganti (uangnya), karena acaranya belum terjadi. Cuma kan kami meminimalisir jangan terjadi,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *