Polda Jatim Latih Polres Bojonegoro Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

IMG 20200112 134433

Pelatihan Penanganan Bencana untuk Personel Polres Bojonegoro

Polda Jawa Timur (Jatim) telah melaksanakan pelatihan khusus bagi personel Polres Bojonegoro dalam rangka meningkatkan kemampuan penanganan bencana dan situasi darurat. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis (4/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025). Tujuan utamanya adalah memperkuat respons cepat dan akurat dari personel polisi dalam menghadapi situasi krisis serta memperkuat koordinasi lintas unit penanganan bencana.

Pelatihan tersebut mencakup berbagai aspek penting seperti teknik pemadaman kebakaran, manajemen bencana, PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), serta penguatan kemampuan Search and Rescue (SAR) melalui simulasi lapangan di wilayah aliran Sungai Bengawan Solo. Dalam pelatihan ini, para ahli penanganan kedaruratan turut dilibatkan, termasuk Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, BPBD Bojonegoro, Kedokteran Polisi (Dokpol) RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro, dan pemadam kebakaran (Damkar) Bojonegoro.

Teknik Pemadaman dan Manajemen Bencana

Petugas Damkar memberikan pelatihan pemadaman kebakaran yang mencakup teknik pencegahan, penanggulangan, hingga proses evakuasi korban. Sementara itu, BPBD menekankan manajemen bencana secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pasca-bencana. Materi pelatihan medis juga diberikan oleh RS Bhayangkara, termasuk Kesehatan Lapangan dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

Selain itu, Satuan Brimob Polda Jatim memperkuat kemampuan SAR agar dapat merespons lebih efektif ketika bencana terjadi. Para personel yang mengikuti pelatihan juga digembleng melalui simulasi penanganan gempa, teknik evakuasi, serta praktik lapangan.

Simulasi Lapangan di Wilayah Bengawan Solo

Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo menjelaskan bahwa pelatihan hari pertama difokuskan pada teori dan pemahaman teknis, sedangkan hari kedua diisi dengan teori lanjutan serta simulasi lapangan di wilayah aliran Sungai Bengawan Solo. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat pemahaman sekaligus kemampuan praktik personel.

“Keterampilan tersebut dianggap penting untuk mendukung tindakan cepat personel Polisi ketika terlibat dalam sebuah penanganan kondisi darurat bencana,” ujar Kompol Yoyok. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini juga diharapkan dapat memperkuat jaringan koordinasi lintas unit dalam penanganan bencana.

Upaya Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat

Menurutnya, personel Polisi perlu dibekali keterampilan yang relevan agar mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi krisis. Melalui pelatihan ini, ia berharap para personel Polres Bojonegoro dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

“Harapannya peserta bisa mengikuti dan menerapkan materi dengan baik agar tingkat ketangguhan dan kesiapsiagaan semakin baik,” pungkasnya.

Persiapan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi

Sebelumnya, untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jatim, Polda Jatim bersama jajaran Forkopimda Jatim telah menyiagakan 6.000 personel gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, dan stakeholder terkait seperti BPBD dan SAR. Pengerahan personel ini dilakukan secara serentak melalui apel kesiapsiagaan yang digelar di Lapangan Mapolda Jatim dan seluruh polres jajaran di masing-masing wilayahnya pada awal November 2025 lalu.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menekankan delapan hal penting kepada seluruh personel gabungan selama masa tanggap darurat kebencanaan. Hal-hal tersebut mencakup deteksi dini wilayah rawan bencana, pemberian informasi tentang ancaman bencana, kesiapan sarana dan prasarana, simulasi tanggap darurat, kecepatan dan ketepatan respon, tugas kemanusiaan yang humanis, prosedur penanggulangan bencana, serta koordinasi dengan berbagai stakeholder.

Kondisi Cuaca yang Tidak Menentu

Kesiapsiagaan ini sangat penting karena iklim dan cuaca beberapa pekan belakangan di wilayah Jatim terbilang tidak menentu. Terkadang panas, sesekali hujan lebat disertai angin. Bahkan, beberapa wilayah kabupaten dilaporkan mengalami kebencanaan skala ringan, sedang, dan tinggi.

“Sehingga kita bisa melakukan secara cepat, tepat. Tidak hanya cepat saja tapi harus tepat karena ini berkaitan dengan pertolongan terhadap jiwa. Dan kemudian juga bagaimana membantu masyarakat korban supaya bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan aktivitas,” katanya di Mapolda Jatim.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *