Penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita: Kasus yang Menggemparkan Jakarta
Kasus penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita kini menjadi perhatian masyarakat luas. Dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh para terlapor, termasuk direktur WO dan stafnya, telah memicu kekecewaan dari ratusan korban yang merasa ditipu. Kasus ini awalnya dilaporkan oleh korban berinisial SOG dengan nomor LP/B/2334/XII/2025 pada 6 Desember 2025.
Kronologi Penipuan
Kasus penipuan ini terungkap setelah sebuah resepsi pernikahan di Pelindo Tower, Koja, Jakarta Utara, berantakan. Acara yang seharusnya penuh bahagia justru berubah menjadi malapetaka karena hidangan yang dijanjikan tidak tersedia. Korban telah melunasi biaya sebesar Rp82.740.000 ke rekening atas nama Ayu Puspita Dinanti, namun tidak ada itikad baik dari pihak WO untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Kerugian yang Dialami Korban
Setelah kasus ini viral, sebanyak 87 korban lain melapor mengalami kerugian serupa. Para korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk pegawai swasta, ASN, hingga anggota Polri. Polisi telah memeriksa saksi, menahan para terlapor, serta menyita sejumlah barang bukti seperti bukti transfer, percakapan WhatsApp, data katering, dan panduan acara pernikahan.
Kisah Pilu Pasangan Pengantin
Nana, sepupu salah satu korban, menceritakan suasana pesta yang semestinya bahagia berubah mencekam. Awalnya acara di gedung Jakarta berjalan normal, namun ketika resepsi dimulai, tidak ada satupun hidangan yang tersaji untuk tamu. Keluarga pengantin sempat menghubungi pihak katering, namun respons yang diberikan tidak jelas.
Dalam upaya darurat, keluarga memesan makanan melalui aplikasi GoFood. Hidangan datang secara seadanya, mulai dari kebab hingga pizza, namun tidak cukup untuk semua tamu. Situasi ini membuat pengantin meneteskan air mata di panggung, sedangkan orang tua keduanya terlihat sangat tertekan.
Viral dan Laporan Polisi
Kasus ini menjadi heboh di media sosial setelah beberapa pengantin lain yang menggunakan jasa WO Ayu Puspita pada tanggal sama melaporkan ketidakprofesionalan pihak WO. Video penangkapan Ayu Puspita ramai diperbincangkan di Instagram @jabodetabek24, yang menunjukkan beberapa korban mengerubungi Ayu di kantor polisi.
Ayu Puspita menjelaskan bahwa ia menggunakan perlengkapan dekor miliknya sendiri dan hanya membayar pekerja, tanpa melibatkan vendor katering. Sementara itu, salah satu korban bernama Samuel mengaku telah membayar WO sebesar Rp 82 juta untuk pesta di Gedung Pelindo, namun acara berantakan dan tamu pulang lebih awal.
Ratusan Korban Geruduk Rumah Pengelola
Sebagai informasi, ratusan korban penipuan Wedding Organizer (WO) memenuhi kediaman pemiliknya di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (7/12/2025). Aksi ini terjadi setelah keluhan mereka terhadap layanan yang tidak maksimal viral di media sosial. Massa yang mayoritas merupakan pengantin baru itu mendatangi rumah pemilik WO berinisial A di Jalan Beton, Kelurahan Kayu Putih, untuk menuntut pertanggungjawaban. Situasi dilaporkan sempat memanas.
Merespon aduan masyarakat, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, langsung turun ke lokasi. “Sekitar 200 orang yang merupakan para korban. Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban,” kata Alfian, Senin (8/12/2025). Polisi melakukan mediasi untuk meredam emosi massa dan mencegah tindakan main hakim sendiri atau perusakan.
Proses Hukum yang Sedang Berlangsung
Setelah situasi terkendali, terduga pelaku diamankan dan dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Utara untuk penanganan lebih lanjut, sesuai lokasi awal laporan kasus. Alfian memastikan kolaborasi kedua Polres akan dilakukan. “Agar penanganan kasus dapat berjalan profesional, transparan, dan sesuai ketentuan,” tandasnya.
Informasi mengenai aksi serupa juga dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, terkait kediaman lain milik A di Cipayung yang juga didatangi korban. “Memang betul. Tapi korbannya banyak, terus ada yang laporan ke Polda Metro,” ujarnya.
Kasus ini kini sedang diproses secara hukum untuk mengungkap tuntas dugaan penipuan yang merugikan ratusan calon pengantin.



















