Presiden Prabowo Menginstruksikan Pencopotan Bupati Aceh Selatan
Presiden Joko Widodo, atau yang dikenal sebagai Prabowo Subianto, telah memberikan instruksi langsung kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk segera memproses pencopotan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS. Instruksi ini terkait dengan kepergian Mirwan ke Tanah Suci untuk beribadah umrah saat wilayahnya dilanda banjir bandang.
Mirwan telah tiba kembali di Indonesia dan sedang menjalani pemeriksaan oleh tim inspektorat Kemendagri setelah dinilai melakukan kesalahan fatal. Ia dituduh meninggalkan daerah dalam situasi darurat, yang menurut Prabowo dapat dianggap sebagai tindakan desersi.
Penyebab Kepergian Mirwan ke Makkah
Kepergian Mirwan ke Makkah terjadi di tengah bencana banjir bandang yang melanda Aceh Selatan. Hal ini menimbulkan reaksi keras dari Presiden Prabowo, yang menyebut tindakan tersebut tidak pantas. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah kepala daerah, Prabowo menyindir Mirwan secara langsung.
Ia bahkan meminta Mendagri Tito Karnavian untuk segera memproses pencopotan Mirwan. Prabowo mengatakan bahwa jika ada yang ingin pergi, mereka bisa pergi, tetapi harus diproses pencopotannya.
Peran Kementerian Dalam Negeri
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri telah menerjunkan tim inspektorat untuk memeriksa Mirwan MS. Tim tersebut telah melakukan pemeriksaan terhadap bupati yang sudah kembali ke tanah air.
Bima menyatakan bahwa Mirwan telah melakukan kesalahan fatal karena meninggalkan wilayahnya ketika cuaca ekstrem dan potensi bencana meningkat. Aturan ini juga sudah diimbau oleh Mendagri Tito Karnavian dalam rapat bersama BMKG, di mana prediksi cuaca buruk diperkirakan terjadi pada November dan Desember 2025.
Gubernur Aceh Tidak Menyetujui Perjalanan Mirwan
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, mengaku tidak pernah menandatangani surat izin bagi Mirwan untuk pergi ibadah umrah. Ia menyayangkan sikap Mirwan yang justru lebih memilih berangkat ibadah umrah di tengah situasi krisis karena bencana.
Mualem mengatakan bahwa ia tidak menyetujui perjalanan Mirwan ke luar negeri. Ia menyatakan bahwa selama masa krisis, para kepala daerah seharusnya tidak pergi keluar daerah.
Penjelasan dari Mirwan MS
Mirwan MS mengklarifikasi bahwa dirinya baru mengetahui adanya penolakan dari Gubernur Aceh setelah sudah tiba di Makkah. Ia mengaku mengalami gangguan listrik akibat bencana, sehingga informasi dari daerah terlambat diterima.
Mirwan juga menyatakan bahwa ia sudah turun ke lapangan untuk meninjau korban banjir dan situasi wilayahnya sebelum berangkat umrah. Ia juga telah meminta OPD untuk bekerja sesuai alur komando agar penanganan korban banjir bisa dilakukan semaksimal mungkin.
Situasi yang sudah terkendali menjadi alasan Mirwan tetap berangkat ibadah umrah untuk menunaikan nazar pribadinya.
Reaksi Publik dan Komentar
Klarifikasi dari Mirwan MS menunjukkan bahwa ia tidak bermaksud meninggalkan tanggung jawab. Namun, tindakan yang diambilnya tetap mendapat kritik dari berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo.
Pencopotan Mirwan MS akan menjadi langkah tegas dari pemerintah pusat terhadap kepala daerah yang dianggap tidak bertanggung jawab dalam situasi darurat. Hal ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pemimpin daerah untuk tetap berada di wilayahnya saat cuaca ekstrem dan potensi bencana meningkat.



















