Presiden Prabowo Berikan 100 Becak Listrik untuk Tukang Becak Lansia di Pasuruan

wp5173673 scaled

Bantuan Becak Listrik untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kabupaten Pasuruan menerima bantuan 100 unit becak listrik “Next Generation” dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut tiba pada Minggu 7 Desember 2025, dan langsung diperiksa oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Kehadiran becak listrik ini menjadi perhatian publik karena menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya para tukang becak lanjut usia yang selama ini masih menggantungkan hidup dari pekerjaan mengayuh becak tradisional.

Rusdi menegaskan, distribusi becak listrik akan diprioritaskan bagi tukang becak yang masuk kategori desil satu hingga empat, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat pendapatan paling rendah. “Alhamdulillah, malam ini kita kedatangan beberapa becak Next Generation. Ini becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo dan nanti dibagi untuk bapak-bapak tukang becak dari desil satu sampai empat,” ujarnya (7/12).

Menurut Rusdi, becak listrik ini bukan sekadar alat transportasi baru, melainkan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pekerja sektor informal yang selama ini kurang mendapat dukungan. Dengan adanya becak listrik, diharapkan para tukang becak lansia dapat tetap bekerja tanpa harus menguras tenaga berlebihan. “Semoga bermanfaat untuk bapak-bapak becak yang ada di Kabupaten Pasuruan,” tambahnya.

Becak listrik “Next Generation” memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan becak tradisional maupun becak motor. Dengan baterai penuh, satu unit becak mampu menempuh jarak 40 hingga 45 kilometer. Jarak tempuh ini tentu cukup untuk aktivitas harian tukang becak yang biasanya beroperasi di kawasan perkotaan atau antar kampung. Namun, jarak tersebut tetap bergantung pada kontur jalan dan beban angkut. Jika baterai habis, becak tetap bisa dikayuh layaknya becak tradisional. “Tergantung medan dan jokinya. Kalau baterainya habis bisa dikayuh kayak becak biasanya,” jelas Rusdi.

Selain tenaga baterai, becak listrik ini juga dilengkapi dengan fitur keamanan yang lebih modern. Pada bodi becak terdapat lampu sein, bel ganda termasuk bel khas becak, rem belakang dengan indikator, serta spion. Semua komponen masih baru dan orisinal. Untuk menandai bahwa becak tersebut merupakan bantuan resmi dari Presiden Prabowo, setiap unit akan ditempelkan stiker khusus.

Rusdi menambahkan, penggunaan becak listrik lebih hemat dibandingkan becak motor. Jika becak motor membutuhkan bahan bakar minyak, becak listrik cukup diisi ulang melalui colokan listrik rumah. “Jangan khawatir. Kalau baterainya habis bisa langsung dicharge di rumah masing-masing. Langsung diisi ulang lewat colokan listrik,” katanya.

Kehadiran becak listrik ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan. Di tengah isu polusi udara yang semakin mengkhawatirkan, becak listrik menjadi alternatif transportasi yang lebih bersih dan efisien. Dengan tenaga listrik, emisi gas buang dapat ditekan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Bagi tukang becak lansia, becak listrik bukan hanya soal efisiensi tenaga, tetapi juga peluang untuk tetap produktif. Banyak di antara mereka yang sudah berusia lanjut, namun masih harus bekerja demi menafkahi keluarga. Dengan bantuan ini, beban fisik mereka dapat berkurang, sementara pendapatan tetap terjaga.

Program bantuan becak listrik juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Di Kabupaten Pasuruan, becak masih menjadi moda transportasi yang digunakan masyarakat, terutama di kawasan pasar tradisional dan pemukiman padat. Dengan hadirnya becak listrik, diharapkan citra becak sebagai transportasi rakyat dapat terjaga, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur pengisian daya. Walaupun becak listrik dapat diisi ulang melalui colokan rumah, tidak semua tukang becak memiliki akses listrik yang memadai. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa fasilitas pengisian daya tersedia dan mudah dijangkau. Selain itu, perawatan baterai juga menjadi hal penting agar becak listrik dapat bertahan lama.

Dari sisi penerimaan masyarakat, becak listrik kemungkinan besar akan mendapat sambutan positif. Selain lebih ramah lingkungan, becak listrik juga menghadirkan pengalaman baru bagi penumpang. Dengan suara mesin yang lebih senyap, perjalanan terasa lebih nyaman. Namun, adaptasi tetap diperlukan, terutama bagi tukang becak yang terbiasa dengan sistem kayuh tradisional.

Bantuan 100 becak listrik ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendukung pekerja sektor informal. Di tengah modernisasi transportasi, becak tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sumber penghidupan. Dengan sentuhan teknologi, becak listrik diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tanpa menghilangkan nilai tradisional yang melekat.

Langkah Kabupaten Pasuruan ini juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Jika program serupa diterapkan secara luas, maka tukang becak di berbagai kota dapat merasakan manfaat yang sama. Selain meningkatkan kesejahteraan, program ini juga mendukung agenda nasional dalam mengurangi emisi dan mendorong penggunaan energi bersih.

Pada akhirnya, becak listrik “Next Generation” bukan sekadar kendaraan. Ia adalah simbol transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Bagi tukang becak lansia di Pasuruan, becak listrik adalah harapan baru untuk tetap bekerja dengan lebih ringan. Bagi masyarakat, becak listrik adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kelompok kecil yang sering terpinggirkan. Dan bagi lingkungan, becak listrik adalah langkah kecil menuju masa depan transportasi yang lebih hijau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *