Respon Keluarga Azizah Salsha atas Kematian Ayah Pratama Arhan, Ucapan Duka di Rumah Duka

121222jpg 20230822110859

Peristiwa Duka dalam Keluarga Pratama Arhan

Beberapa tokoh dan kerabat dekat turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sutrisno, ayah dari pesepakbola Timnas Indonesia, Pratama Arhan. Salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Ia mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada keluarga besar Pratama Arhan.

Karangan bunga tersebut ditempatkan di rumah duka yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Papan ucapan itu menyebutkan, “Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Bapak Sutrisno Ayahanda dari Pratama Arhan”, disertai nama pengirim, “Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI”.

Selain melalui karangan bunga, Andre juga mengekspresikan duka cita lewat akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan story, ia menulis, “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Bapak Sutrisno Orang Baik, Insya Allah Husnul Khotimah, Aamiin.”

Di sisi lain, ibunda Azizah Salsha, Nurul Anastasya, juga ikut mendoakan sang mantan besan. Ia mengunggah kutipan doa yang berisi ucapan duka dan kebesaran hati bagi keluarga yang ditinggalkan. Doa-doa seperti “Kullu nafsin dzaiqatul maut” (setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati) dan “Allahumma firlahu” (Ya Allah, ampunilah dia) sering digunakan untuk mendoakan jenazah laki-laki agar diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Putri Andre, Azizah Salsha, juga hadir di rumah duka bersama keluarga. Ia datang bersama ibunya dan beberapa kerabat untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Sebelumnya, Azizah dan Pratama Arhan pernah membangun rumah tangga sebelum bercerai pada 25 Agustus 2025.

Latar Belakang Kematian Sutrisno

Sutrisno meninggal dunia pada Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 06.00 WIB di RSUD Soetijono Blora. Kakak kandung Arhan, Dimas Roni Saputra, menyampaikan bahwa ayahnya telah lama berjuang melawan penyakit. “Meninggal jam 6 pagi, sakit sudah lama, sakitnya komplikasi, meninggal di rumah sakit,” ujar Roni saat menerima para pelayat, Minggu sore.

Jenazah Sutrisno dimakamkan di pemakaman desa setempat sekitar pukul 11.00 WIB. Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, melalui unggahan Instagram. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia ayahanda Pratama Arhan,” tulis Indra, yang pernah melatih Arhan saat tergabung dalam Timnas 22 Indonesia di SEA Games 2023.

Kabar ini juga dikonfirmasi lewat unggahan Instagram Story Imam Juna, sahabat masa kecil Arhan di Blora. Ia mengunggah pesan singkat yang menunjukkan rasa duka mendalam. “Tiada kata lagi,” tulisnya dalam unggahan dengan emotikon bunga layu. Imam juga memberi pesan kepada ibu Arhan, “Jalan terbaik adalah mengikhlaskan dan pasrah sama Allah SWT ya Mak Ti yang kuat.”

Keberadaan Pratama Arhan Saat Ini

Di tengah kabar duka itu, Arhan justru diketahui tengah berada di Bangkok, Thailand. Ia sedang bersama klubnya, Bangkok United. Pada hari yang sama, Bangkok United dijadwalkan menghadapi Chiangrai United dalam lanjutan Liga Thailand 2025-2026. Situasi ini membuka peluang Pratama Arhan absen dari pertandingan agar bisa pulang ke Blora.

Tiga pekan sebelumnya, saat jeda internasional November 2025, Arhan sempat mengunjungi keluarganya. Dalam unggahan Instagram, pemain Timnas Indonesia itu membagikan foto bersama ayah dan ibunya.

Sosok Sutrisno yang Menginspirasi

Dilansir dari Tribun Trends, disebutkan bahwa semasa hidup Sutrisno dikenal sebagai sosok penting bagi karier Pratama Arhan. Pria asal Blora ini bukan berasal dari keluarga pesepakbola, tetapi ia selalu mendorong mimpi anaknya sebagai pemain sepak bola. Ia bekerja sebagai petani dan kerap melakukan pekerjaan serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

Keterbatasan ekonomi yang dihadapi tak pernah menjadi penghalang baginya untuk memberikan dukungan penuh terhadap cita-cita Arhan. Sejak usia dini, Arhan tumbuh dengan semangat besar berkat dukungan kedua orang tuanya, termasuk sang ibu, Mak Ti.

Tak hanya Arhan, kakaknya, Dimas Roni, juga mendapat dorongan untuk menekuni dunia sepak bola. Lingkungan keluarga yang suportif inilah yang membentuk mental kuat Arhan hingga akhirnya menembus level profesional.

Di balik sorotan kamera, Sutrisno kerap mencuri perhatian publik lewat kesederhanaannya. Dalam beberapa foto yang beredar di media sosial, ia tampak berswafoto bersama Arhan dengan penampilan yang tetap apa adanya. Baik saat berada di Indonesia maupun ketika menemani sang putra ke Jepang.

Kesederhanaan Sutrisno menjadi potret nyata bahwa perubahan status sang anak tidak mengubah jati diri seorang ayah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *