Masuknya Robinhood ke Pasar Modal Indonesia
Robinhood Market, Inc., sebuah perusahaan layanan keuangan asal Amerika Serikat (AS), akan segera memasuki pasar modal Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui akuisisi dua perusahaan lokal, yaitu PT Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto. Dengan akuisisi ini, Robinhood akan secara resmi memperluas jangkauannya ke pasar Asia Tenggara dan global.
Patrick Chan, Kepala Bagian Asia di Robinhood, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik untuk perdagangan saham dan aset digital. Dengan lebih dari 19 juta investor pasar modal dan 17 juta investor kripto pada akhir Oktober 2025, Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar di kawasan ASEAN. Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah tumbuh 22,94% year to date (YTD), menjadi kinerja terbaik ketiga di ASEAN dan ketujuh di kawasan Asia-Pasifik.
Peningkatan jumlah investor juga mencerminkan minat masyarakat terhadap investasi digital. Hingga saat ini, tercatat penambahan 4,28 juta investor baru, meningkat 58,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh generasi muda yang lebih mengandalkan teknologi seluler dan cepat mengadopsi platform investasi digital.
Dari total 19 juta investor pasar modal, sekitar 54,25% berusia di bawah 30 tahun, 26,42% berusia antara 30 dan 41 tahun, dan sisanya berusia di atas 41 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal semakin diminati oleh kalangan muda, yang memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 409,56 triliun per akhir Oktober 2025. Pada periode yang sama, transaksi aset kripto mencapai Rp 49,28 triliun, naik 27,6% secara bulanan (mtm). Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset kripto semakin meningkat, baik di tingkat individu maupun institusi.
Patrick mengatakan, Indonesia adalah pasar yang tumbuh pesat dan menarik bagi Robinhood. “Kami menantikan untuk menghadirkan layanan inovatif yang sama kepada masyarakat Indonesia, yang telah memperoleh kepercayaan pelanggan Robinhood di seluruh dunia,” ujarnya dalam acara Corporate Action Launch di Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12/2025).
Pieter Tanuri dari Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto disebut akan tetap terlibat sebagai penasihat strategis bagi Robinhood setelah transaksi selesai. Presiden Direktur Buana Capital Benny Hardiman Setiabrata menjelaskan bahwa akuisisi ini memberikan peluang besar dalam memajukan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
“Dengan pengalaman Robinhood yang sudah terbukti dalam membawa lebih dari 26 juta pengguna di AS untuk terlibat dalam investasi ritel, kami yakin bahwa kolaborasi ini akan membawa inovasi dan kemudahan akses bagi lebih banyak investor Indonesia untuk terlibat dalam pasar modal dan kripto global,” kata Benny.
Setelah akuisisi Buana Capital, Robinhood akan terus melayani klien brokerage eksisting dengan produk keuangan Indonesia. Dalam jangka panjang, dan dengan persetujuan regulator, Robinhood berencana memperkenalkan layanan perdagangan sendiri. Termasuk akses ke saham AS, aset kripto global, dan berbagai instrumen internasional lainnya secara besar-besaran.
Kedua akuisisi tersebut masih tunduk pada kondisi penutupan yang lazim, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan regulator terkait lainnya. “Semua transaksi ditargetkan akan diselesaikan pada paruh pertama tahun 2026,” katanya.
Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edi Broto menjelaskan, masuknya Robinhood ke Indonesia dapat berkontribusi pada peningkatan persaingan, mendorong layanan yang lebih baik dan biaya yang lebih efisien, diversifikasi produk yang lebih luas, dan transfer teknologi.
Jika Robinhood memutuskan untuk masuk ke pasar Indonesia, OJK mengharapkan kepatuhan penuh terhadap protokol lisensi lokal dan standar kelayakan. Kepatuhan ketat terhadap prinsip perlindungan investor, termasuk komunikasi yang transparan dan pemasaran yang bertanggung jawab.
“Selain itu, memastikan pengguna di Indonesia mendapatkan dukungan yang andal dan perlindungan hukum yang jelas. Kesesuaian dengan peraturan keamanan siber dan perlindungan data Indonesia,” ujar Edi.
Direktur Jenderal Stabilitas & Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Masyita Crystallin, mengatakan, Robinhood datang ke negara yang tepat pada waktu yang tepat. Dengan aksi ini, investor bisa merasa nyaman menggunakannya, berinvestasi, dan merasa aman dalam melakukannya.
Kemenkeu, kata Masyita, ingin memastikan bahwa bursa lebih terbuka terhadap teknologi baru dan inovasi. “Sebagai bagian dari Undang-Undang Omnibus Sektor Keuangan, kami juga akan mendemutualisasi bursa tahun depan,” ungkap Masyita.
Direktur Bursa Efek Indonesia Risa E Rustam mengatakan, kerja sama antara Robinhood dan Buana Capital hari ini mewakili sinergi yang kuat. Ini menggabungkan pengalaman legendaris Robinhood, inovasi teknologi, dan jangkauan global dengan keahlian lokal yang mendalam, pemahaman regulasi, dan hubungan klien yang terpercaya dari Buana Capital.
Kemitraan ini siap mempercepat tujuan bersama Bursa dalam inklusi dan literasi keuangan. Ini akan memberdayakan investor Indonesia dengan alat canggih dan mudah diakses untuk menavigasi tidak hanya pasar domestik tetapi juga, seiring waktu, dunia investasi yang lebih luas.
“Selain itu, kemitraan ini memperkenalkan budaya inovasi yang akan mengangkat seluruh ekosistem, mendorong persaingan sehat dan layanan yang lebih baik bagi semua investor,” kata Risa.
Asal tahu saja, Robinhood Markets, Inc. (NASDAQ: HOOD) merevolusi layanan keuangan dengan memperkenalkan perdagangan saham tanpa komisi dan mendemokratisasi akses ke pasar bagi jutaan investor. Saat ini, Robinhood, melalui anak perusahaannya, memungkinkan investor untuk memperdagangkan saham, opsi, futures, dan kripto, berinvestasi untuk pensiun, mendapatkan penghasilan dengan Robinhood Gold, dan mengakses portofolio yang dikelola oleh ahli melalui Robinhood Strategies.
Berpusat di Menlo Park, California, Robinhood menempatkan pelanggan di kursi pengemudi, memberikan nilai dan produk yang belum pernah ada sebelumnya, yang dirancang khusus untuk generasi baru investor.
Lalu, Buana Capital adalah perusahaan sekuritas dan anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlisensi sebagai pialang dan penjamin emisi (bank investasi). Didirikan pada tahun 1990, perusahaan ini juga berlisensi dari OJK. Sementara itu, PT Pedagang Aset Kripto adalah pedagang aset keuangan digital yang telah berlisensi dari OJK sejak tahun 2025 dan merupakan anggota bursa aset kripto yang berlisensi.



















