Siapa Mustoha Iskandar? Ketua Angkatan Jokowi di UGM Bantah Klaim Profesor UNJ Tanpa Materai Hijau

Profil Mustoha Iskandar: Mantan Ketua Angkatan Jokowi yang Menyatakan Ijazah Presiden Asli

Mustoha Iskandar, mantan ketua angkatan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1980, kini menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pernyataan terkait ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Mustoha, yang satu angkatan dengan Jokowi, menegaskan bahwa ijazah Jokowi menggunakan materai hijau, bukan merah seperti yang dituduhkan oleh seorang sosiolog hukum.

Siapa Mustoha Iskandar?

Mustoha Iskandar adalah lulusan Sarjana Kehutanan UGM pada tahun 1986. Selain itu, ia juga berhasil meraih gelar Sarjana Muda dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) – kini bernama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun 1996, Mustoha melanjutkan studi di University of Philippines Los Banos dan memperoleh gelar Magister Manajemen Pembangunan. Tahun 2006, ia menyelesaikan studi Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Pada 2014, Mustoha juga meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta.

Riwayat Karier Mustoha Iskandar

Sebelum menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero), Mustoha pernah menjabat posisi serupa di PT Pusri Palembang pada periode 2016–2018. Ia juga pernah mengisi kuliah umum di beberapa universitas, seperti Universitas Bengkulu pada Oktober 2017 dan Universitas Kuningan pada September 2018. Sebelumnya, Mustoha juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani selama tiga bulan, yaitu Agustus–November 2016. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Perhutani pada periode 2014–2019.

Berikut riwayat jabatan Mustoha Iskandar:
– Direktur Komersial Kayu Perum Perhutani
– Direktur Perum Perhutani (2014–2019)
– Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani (2016)
– Komisaris Independen PT Pusri Palembang (2016–2018)
– Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) (2020–2025)

Bantah Klaim Materai Merah pada Ijazah Jokowi

Mustoha Iskandar, yang kini menjabat sebagai Ketua Angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, memastikan bahwa ijazah Jokowi menggunakan materai berwarna hijau. Ia menjelaskan bahwa UGM memiliki empat kali wisuda setiap tahun, yaitu Februari, Mei, Agustus, dan November. Namun, tidak ada mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980 yang mengikuti wisuda pada periode Februari. Oleh karena itu, materai merah tidak digunakan untuk ijazah angkatan tersebut.

“Jadi yang bareng wisuda Pak Jokowi itu hijau materainya, semuanya hijau,” ujar Mustoha dalam sebuah wawancara.

Ia menegaskan bahwa klaim ijazah Jokowi bermaterai merah tidak sesuai dengan fakta. “Kalau bilang merah berarti bukan angkatan 1980, apalagi sama-sama wisuda Pak Jokowi, itu bohong,” tambahnya.

Pernyataan Profesor UNJ tentang Ijazah Jokowi

Sebelumnya, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bidang Sosiologi Hukum, Prof. Dr. Ciek Julyati Hisyam, menyatakan yakin ijazah Jokowi palsu. Keyakinannya didasarkan pada kejanggalan dokumen, terutama masalah materai hijau yang tercetak pada salinan ijazah. Ciek menilai bahwa materai hijau tersebut janggal karena di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985, tidak pernah dinyatakan ada materai seperti di ijazah Jokowi.

Ciek juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan lulusan tahun 1985, tetapi berbeda kampus. Ia menegaskan bahwa saat itu tidak ada materai berwarna hijau pada ijazah. “Saya juga lulusan tahun itu, tapi enggak tuh, warnanya enggak hijau,” kata Ciek.

Ia menegaskan bahwa semua orang pasti berani menunjukkan ijazahnya jika itu asli. Hal itu tidak dilakukan oleh Jokowi, sehingga Ciek menilai ijazah Jokowi palsu.

“[Ijazah Jokowi] itu palsu,” tegas Ciek. “Kalau memang itu betul ada (ijazah) aslinya, pasti berani siapa pun akan menunjukkan.”


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *