Penipuan Pernikahan Murah dengan Kerugian Hingga Rp16 Miliar
Ayu Puspita kini menjadi sorotan setelah ditangkap karena dugaan penipuan terhadap ratusan pasangan pengantin. Ayu Puspita adalah pemilik dari WO PT Ayu Puspita Sejahtera (APS), yang menawarkan paket pernikahan murah namun ternyata tidak memenuhi janji.
Wedding Organizer (WO) merupakan layanan profesional yang bertugas merencanakan dan mengatur seluruh acara pernikahan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pada hari H. Namun dalam kasus ini, WO milik Ayu Puspita justru menyebabkan kerugian besar bagi para kliennya.
Ayu Puspita menggunakan media sosial Instagram dengan akun @byayupuspitaa untuk mempromosikan layanan WO-nya. Di sana tercantum alamat kantor WO di Jalan H. Siun 2C No. 51A, Ceger, Jakarta Timur. Setelah 87 korban membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Utara, pihak kepolisian akhirnya menangkap Ayu Puspita di Jakarta Timur.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, menyampaikan bahwa modus penipuan ini adalah menawarkan paket pernikahan murah. Namun, pada kenyataannya, layanan tersebut tidak diberikan sesuai kesepakatan. “WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan resepsi, kemudian pada hari H tidak terlaksana sesuai kesepakatan,” ujarnya.
Selain Ayu Puspita, empat pegawai WO tersebut juga diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan bahwa sebagian korban telah membayar hingga puluhan juta rupiah. “Ada lima orang yang sedang kami periksa, termasuk pemilik, manajer, dan karyawan,” tambahnya.
Imbas dari penipuan ini adalah para korban merasa dirugikan dan akhirnya membuat laporan polisi. Menurut Erick, jumlah korban diperkirakan masih bertambah. “Termasuk dari korban lain masih banyak yang berdatangan. Ternyata banyak yang menjadi korban WO tersebut,” ujarnya.
Setelah dituduh menipu ratusan pasangan pengantin, Ayu Puspita Sari akhirnya mengakui bahwa dirinya benar-benar menggunakan sebagian besar dana klien untuk membeli aset pribadi. Ia dituduh menipu setidaknya 230 pasangan dengan total kerugian mencapai angka fantastis Rp 16 miliar.
Skema yang dijalankan Ayu Puspita diduga mirip Skema Ponzi. Skemanya di mana uang yang masuk dari klien baru dipakai untuk menutupi tanggungan atau membayar kebutuhan klien lama, hingga akhirnya skema ini kolaps dan semua terbongkar.
Kerugian Capai Rp16 Miliar
Sebanyak 230 pasangan dikabarkan telah jadi korban penipuan WO PT Ayu Puspita Sejahtera milik Ayu Puspita. Mereka kemudian membentuk sebuah grup WhatsApp khusus untuk saling bertukar cerita dan mencatat kerugian.
Hingga Minggu (7/12/2025), jumlah pasangan yang mengaku tertipu sudah mencapai 230 pasangan, dengan total kerugian ditaksir Rp 15–16 miliar. Kasus ini mulai mencuat setelah beberapa pernikahan yang digelar pada Sabtu (6/12/2025) di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara berlangsung tidak sesuai rencana.
Disebutkan, sejumlah tamu tidak menerima katering karena vendor yang dijanjikan tak pernah muncul. “Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya,” ungkap seorang korban, Tamay (26).
Kronologi Awal
Mula-mula, dugaan penipuan ini terungkap melalui sebuah unggahan TikTok milik perias pengantin yang menunjukkan acara pernikahan berantakan. Tak disangka, kolom komentarnya langsung dibanjiri warganet lain yang mengalami kejadian serupa pada hari yang sama.
Dari situlah para korban kemudian bersepakat membentuk grup WhatsApp khusus. Tujuannya: mendata kerugian dan menyamakan laporan. “Tadi di jam 12.00 WIB kami mutusin hitung. Total kerugian yang udah kami coba buat 15-16 miliar,” jelas Tamay.
Di media sosial dan dalam obrolan grup para korban, tersebar informasi bahwa pemilik WO sempat dibawa ke Mapolda Metro Jaya oleh keluarga salah satu korban. Namun setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar empat jam, pemilik WO tersebut dikabarkan dibebaskan karena mengaku telah melakukan negosiasi dengan pihak korban.



















