Suami Ayu Puspita Membantah Terlibat Usaha Istri

AA1RXqt3

Kasus Penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita: Suami Menyangkal Terlibat, Korban Menggeruduk

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Ayu Puspita, pemilik Wedding Organizer (WO) di Jakarta, kini menarik perhatian publik. Dugaan ini terkait dengan ratusan calon pengantin yang mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah. Kini, suami Ayu Puspita juga ikut terseret dalam isu ini setelah disebut lepas tangan dari bisnis istrinya.

Suami Ayu Puspita Menyangkal Terlibat

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, suami Ayu Puspita mengaku tidak terlibat sama sekali dalam bisnis WO-nya. Ia menyatakan bahwa dirinya hanya seorang suami yang tidak tahu apa-apa tentang kegiatan usaha istri. “Saya kan gak ikut apa-apa. Tanya aja di belakang,” katanya dengan wajah pasrah. Meski demikian, ia juga menyebut bahwa bisnis tersebut dijalankan oleh keluarga dan pihak lain.

Korban Menggeruduk Rumah dan Kantor

Sebelumnya, sejumlah korban ramai-ramai menggeruduk rumah Ayu Puspita di Cipayung, Jakarta Timur. Mereka meminta pertanggungjawaban atas uang yang telah mereka bayarkan. Tak hanya rumah, kantor WO Ayu Puspita yang berada di Jalan H. Siun 2C Nomor 51A, Ceger, Jakarta Timur juga turut diserbu oleh para korban.

Uang Klien Digunakan untuk Pembayaran Rumah

Dalam klarifikasi yang dilakukan oleh Ayu Puspita, ia mengakui bahwa dana dari klien digunakan untuk membayar uang muka rumah. Namun, ia juga menyatakan sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien. “Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” ujarnya.

Janji Refund yang Tidak Terpenuhi

Saat dicecar oleh para korban di kediamannya, Ayu Puspita sempat menjanjikan akan me-refund atau mengembalikan uang calon pengantin yang menjadi korban penipuannya. Ia bahkan menyatakan akan mengembalikan uang dalam waktu tiga minggu. Namun, janji tersebut terasa mustahil karena setelah dicek di rekening pelaku, uangnya hanya tersisa Rp463 ribu.

Penangkapan dan Penyidikan

Kini, pihak WO telah dibawa ke Polres Jakarta Utara bersama dengan para korban yang ingin mendapatkan kejelasan atas dugaan penipuan itu. Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Utara berdasarkan LPB/2334/XII/2025/Resju/PMJ tanggal 6 Desember 2025. Lima orang telah diperiksa dan ditahan, termasuk APD selaku Direktur serta empat stafnya.

Modus Penipuan yang Terungkap

Modus penipuan yang dilakukan oleh WO ini adalah menerima pembayaran penuh untuk penyelenggaraan acara pernikahan, termasuk catering. Namun, saat hari pelaksanaan layanan tersebut tidak diberikan. Salah satu contoh adalah makanan yang harusnya dihadirkan saat pesta tidak datang. Akibatnya, para korban yang merasa dirugikan kemudian membuat laporan polisi.

Korban dari Berbagai Profesi

Sejumlah korban dugaan penipuan atau penggelapan dari wedding organizer tersebut diketahui dari berbagai macam profesi mulai dari swasta, ASN hingga Polri. Penyidik lantas menginterogasi Ayu Puspita soal tudingan penipuan. Polisi pun mengarahkan para korban untuk membuat laporan soal kasus dugaan penipuan yang dilakukan Ayu.

AA1RUOk5

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *