TP Rachmat terima penghargaan kepemimpinan seumur hidup, ini profilnya

AA1RWos9

Penghargaan BIG-40 untuk Theodore Permadi Rachmat

Theodore Permadi Rachmat, pendiri Triputra Group, menerima penghargaan BIG-40 dalam kategori Lifetime Leadership in Enterprise Transformation. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi dan kepemimpinannya yang luar biasa dalam mengembangkan bisnis di Indonesia.

Dalam sambutannya, Teddy menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan perjalanan panjang yang dimulai dari satu paviliun kecil hingga menjadi perusahaan besar seperti sekarang. Ia juga menyebutkan bahwa penghargaan ini tidak hanya berkat usahanya sendiri, tetapi juga didukung oleh beberapa tokoh penting yang telah membantu perjalanannya dalam dunia bisnis.

Beberapa tokoh yang disebutkan antara lain Pak Soemitro Djojohadikoesoemo, yang pernah menjadi Chairman Astra; Pak Emil Salim, Pak Jusuf Kalla, dan Ibu Retno Marsudi. Teddy juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa serta media Bisnis Indonesia yang telah memberikan dukungan selama ini.

Penghargaan ini diberikan karena kepemimpinan visioner dan transformasional Teddy dalam membawa Astra International menjadi perusahaan nasional berkelas dunia. Di bawah kepemimpinannya, Astra tidak hanya berkembang menjadi grup bisnis terintegrasi dengan standar tata kelola modern, tetapi juga menjadi model pengembangan SDM, inovasi operasional, serta kemitraan strategis di berbagai sektor industri.

Warisan kepemimpinan Teddy terus berlanjut melalui pendirian Triputra Group, yang kini menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Hal ini menunjukkan kemampuannya dalam membangun fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Kontribusi multidimensinya menjadikannya sebagai mentor dan arsitek utama bagi generasi pelaku bisnis di Indonesia.

Profil Theodore Permadi Rachmat

Theodore Permadi Rachmat adalah pendiri Triputra Group yang kini memiliki empat lini bisnis, termasuk agribisnis, manufaktur, dan pertambangan. Ia memulai karier sebagai salesman di Astra Grup pada 1968, sebelum akhirnya menjadi pimpinan di perusahaan yang didirikan pamannya, William Soeryadjaya.

Selain itu, ia juga turut andil dalam membesarkan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, PT Adaro Energy, yang kini bertransformasi menjadi Grup Alamtri. Lulusan jurusan mesin dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia 2018 versi Forbes. Pada peringkat ke-17, jumlah kekayaannya mencapai US$1,6 miliar.

Berdasarkan data Forbes The Real-Time Billionaires List per 1 Desember 2025, Teddy memiliki kekayaan US$4,4 miliar, dan menjadi orang terkaya ke-15 di Indonesia.

Perkembangan Bisnis Triputra Group

Theodore Permadi Rachmat memulai bisnisnya sendiri dengan mendirikan PT Triputra Investindo Arya pada tahun 1998 sebagai perusahaan induk dari Adira Mobil dan Adira Finance. Keduanya sebelumnya dimiliki oleh ayahnya, yang kemudian diambil alih kepemimpinannya dan digabungkan. Di bawah kepemimpinannya, Adira Finance tumbuh pesat dan membuatnya menjadi salah satu perusahaan pembiayaan terbaik di Indonesia.

Pada tahun 2004, Adira Finance dijual kepada Bank Danamon Tbk. dengan tujuan pengembangan dan rencana diversifikasi masa depan dari Triputra Group. Hasil kesepakatan ini kemudian digunakan untuk memperluas garis bisnis dalam sektor industri yang lebih menjanjikan.

Hingga saat ini, Triputra Group memiliki empat lini bisnis, termasuk Agribisnis, Manufaktur, Energi, serta Perdagangan & Jasa. Terkini, emiten Grup Triputra di sektor logistik hingga perkebunan cenderung mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang 9 bulan 2025.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, emiten di sektor perkebunan dan pengolahan karet, PT Kirana Megatara Tbk. (KMTR) mencatatkan pendapatan tertinggi senilai Rp10,14 triliun per September 2025. Pendapatan tersebut meningkat 23,26% year on year (YoY), yang turut mengerek laba bersih 62,48% YoY menjadi Rp208,52 miliar.

Di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) juga membukukan pertumbuhan kinerja. Pendapatan TAP naik 24,68% menjadi Rp8,94 triliun seiring dengan peningkatan harga minyak kelapa sawit (CPO).

AA1RWFrH

Penghargaan BIG-40: Apresiasi untuk Tokoh Berpengaruh

Penghargaan BIG-40 dipersembahkan oleh Bisnis Indonesia dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-40 Harian Bisnis Indonesia. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada 40 tokoh yang memberikan kontribusi dan pengaruh signifikan bagi kemajuan Indonesia.

Penghargaan BIG-40 mencakup berbagai bidang—ekonomi dan bisnis; sosial dan politik; budaya dan lingkungan; hingga olahraga—dengan dampak pada skala nasional. Figur yang menerima penghargaan ini mencakup para inspirator nasional, perumus kebijakan yang mendukung perkembangan dunia usaha, pendiri dan pelopor perusahaan berskala besar, serta tokoh penggerak pembangunan daerah.

Selain itu, penghargaan ini juga diberikan kepada para eksekutif dan profesional terkemuka, generasi muda visioner, serta para tokoh yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan hubungan publik.

Proses pemilihan dilakukan melalui metodologi yang ketat, meliputi desk research mendalam, penelusuran rekam jejak publik, dan kurasi komprehensif oleh Tim Redaksi Bisnis Indonesia yang dikenal sangat selektif dan independen. Penghargaan ini menjadi wujud penghormatan Bisnis Indonesia Group atas dedikasi, integritas, dan pencapaian para tokoh tersebut.

BIG-40 diharapkan tidak hanya mengapresiasi kiprah individu, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi masyarakat dan dunia usaha untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *