Perjalanan Anak Muda yang Berani Berkarya
Di balik setiap bisnis yang sukses, terdapat kisah perjuangan dan ketekunan dari pelaku usaha. Banyak dari mereka adalah anak muda yang berani memulai bisnis di usia muda, meskipun menghadapi tantangan yang tidak mudah. Tantangan seperti kurangnya pengalaman, persaingan ketat, hingga kendala finansial sering kali menjadi hambatan.
Untuk mendukung generasi muda dalam berkarya, Shopee meluncurkan program “Sukses Berkarya Sebelum 30”. Program ini bertujuan untuk memberikan wadah sekaligus sorotan bagi para pengusaha muda Indonesia yang memiliki potensi luar biasa. Melalui program ini, Shopee menyoroti kisah-kisah inspiratif dari berbagai bidang, seperti fesyen, kecantikan, home and living, kuliner, hingga kerajinan lokal.
Program ini telah membuka ruang bagi puluhan pengusaha muda untuk berbagi cerita dan pengalaman mereka. Dari fesyen hingga kerajinan lokal, setiap merek memiliki kisah unik yang mencerminkan wajah baru UMKM Indonesia. Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, menyampaikan bahwa Shopee melihat banyak anak muda yang semakin menginspirasi dan menjadi penggerak ekonomi digital.
Selain menciptakan produk berkualitas, mereka juga membuka lapangan pekerjaan, menciptakan kesempatan baru, dan memberikan harapan bagi banyak orang. Shopee berkomitmen untuk menjadi rumah dan teman bagi perjalanan bisnis para pengusaha muda ini. Program “Sukses Berkarya Sebelum 30” menjadi ajang untuk mengajak anak muda lain untuk berani mewujudkan mimpi dan mengambil peluang yang ada.
Kisah Pengusaha Muda yang Sukses
Salah satu peserta program adalah David, pemilik brand Hairum. Ia memulai bisnisnya pada usia 22 tahun bersama saudara dan lima teman. Meski tanpa investor besar, mereka percaya bisa membuat produk yang peduli terhadap masalah rambut. Namun, perjalanan bisnis tidak selalu mulus. Mereka menghadapi berbagai tantangan seperti salah kirim, ditipu, hingga burnout.
Titik terang datang saat pelanggan mulai menemukan produk mereka melalui Shopee. Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga berbagi cerita dan testimoni yang membangun kepercayaan terhadap brand Hairum.
Pemilik brand Sambal Nagih, Anita Hartati, juga berbagi kisahnya. Usaha ini lahir dari keyakinan bahwa sambal bukan hanya rasa pedas, tetapi juga rasa rumah dan identitas budaya. Filosofi ini dijalani secara konsisten sampai Sambal Nagih bergabung di Shopee. Kini, merek ini menjadi jembatan untuk mengantarkan rasa “rumah” ke lebih banyak keluarga sambil menjaga cita rasa budaya.
Susanne Melvina, pemilik brand Intresse, bercerita tentang kecintaannya terhadap tenun. Baginya, kain bukan sekadar kain, tetapi menyimpan cerita dan warisan budaya. Meski sempat khawatir tentang masa depan tenun di zaman modern, ia terus bergerak. Bersama Shopee, Intresse menemukan cara baru untuk lebih dekat dengan konsumen, khususnya generasi muda.
Tommy, pemilik brand Kacamata Demodas, memulai usaha dengan keyakinan bahwa kacamata tidak hanya membantu melihat lebih jelas, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri. Meski tantangan seperti stigma terhadap brand lokal, Shopee menjadi ruang baru untuk menunjukkan kualitas produknya.
Asep Ruswandi, pemilik brand Bukipet, bercerita tentang bisnis pakaian, mainan, dan perawatan hewan peliharaan. Meski usahanya dipandang sebelah mata, Asep tetap percaya pada mimpinya. Shopee membantu memperluas jangkauan produknya dan membangun kepercayaan konsumen.
Wujudkan Mimpi Bersama Shopee
Keberhasilan penjual muda di Shopee bukan hanya hasil dari produk yang ditawarkan, tetapi juga kemampuan mereka beradaptasi dengan dunia digital. Mereka cepat belajar dan mengoptimalkan berbagai kampanye yang dihadirkan Shopee secara efektif.
Fitur interaktif seperti Shopee Live dan Shopee Video digunakan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, Shopee Affiliate menciptakan pengalaman belanja yang personal dan interaktif.
Dari fase awal yang dipenuhi keraguan dan eksperimen, kini mereka memasuki tahap pertumbuhan yang lebih matang. Contohnya, lebih dari 80 persen penjualan Hairum berasal dari Shopee. Demodas mencatatkan kenaikan omzet hampir 100 persen, sedangkan Bukipet mengalami lonjakan pesanan enam kali lipat saat 12.12 Birthday Sale 2024.
Sambal Nagih sukses meningkatkan pesanan hingga tiga kali lipat saat Kampanye Big Ramadan Sale 2025. Intresse mencatatkan penjualan empat kali lipat pada kampanye yang sama. Setiap bulan, jutaan pesanan dari UMKM muda terhubung melalui Shopee, menciptakan lapangan kerja baru dan membantu keluarga.
Kisah Sukses Berkarya Sebelum 30 dapat disaksikan lengkap di YouTube Shopee Indonesia. Di sana, kita akan melihat bagaimana perjalanan kreator muda dalam membentuk wajah baru kewirausahaan lokal. Shopee membantu pelaku usaha muda terhubung langsung dengan pelanggan, berinteraksi secara real-time, membangun kepercayaan, dan memperluas pasar tanpa batas geografis.
Kini, karya mereka tidak hanya diterima masyarakat Indonesia, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Untuk menemukan lebih banyak produk lokal berkualitas, kunjungi laman https://shopee.co.id/m/shopee-pilih-lokal.



















